Target awal program adalah memfasilitasi 20 pelaku usaha. Nyatanya, dalam dua hari itu, 44 pelaku usaha berhasil dilayani. Angka ini berarti realisasi mencapai 220 persen dari target, sebuah lonjakan yang menunjukkan tingginya antusiasme dan kebutuhan masyarakat akan layanan yang mudah dijangkau.
Keberhasilan ini menunjukkan bahwa inovasi Moling Si Cepot benar-benar menjawab kebutuhan. Banyak pelaku usaha, terutama di sektor mikro dan kecil, yang sering terkendala jarak, waktu, dan kompleksitas prosedur untuk mengurus perizinan di kantor. Dengan hadirnya mobil layanan keliling ini, kendala-kendala tersebut dapat diatasi.
“Dengan hadirnya Moling Si Cepot, masyarakat tidak lagi kesulitan mengakses layanan perizinan. Pelayanan publik menjadi lebih dekat, cepat, mudah, dan pasti,” tegas Kepala DPMPTSP Kota Banjar, H. Mamat Rahmat, S.STP., M.Si, Rabu (31/12/2025).
Baca Juga:Dari Abon hingga Rendang, Produk Nasabah PNM Disalurkan untuk Masyarakat Terdampak Bencana di SumateraPersib Diuji di Kediri, Laga Tandang Penentu Mental Juara Maung Bandung
Program ini tidak hanya tentang memenuhi target administrasi, tetapi lebih pada membangun ekosistem berusaha yang sehat. Kemudahan perizinan adalah pintu awal bagi tumbuhnya usaha yang legal, terlindungi, dan memiliki akses yang lebih luas terhadap pembiayaan dan pasar. “DPMPTSP Kota Banjar melalui Moling Si Cepot telah membuktikan bahwa reformasi birokrasi dan good governance dapat diwujudkan dengan langkah-langkah nyata yang langsung dirasakan masyarakat,” katanya. (CEP)
