Tak Kunjung Diperbaiki Pemkab Bandung, Warga Desa Cintamulya Sumedang Gotongroyong Perbaiki Jalan Rusak 

Tak Kunjung Diperbaiki, Warga Desa Cintamulya Sumedang Gotongroyong Perbaiki Jalan Rusak 
Status jalan kabupaten tak kunjung diperbaiki Pemkab Bandung, akhirnya warga secara swadaya patungan dan gotongroyong perbaiki jalan yang rusak parah di perbatasan antara Sumedang dan Kabupaten Bandung, tepatnya di Kampung Cipasir, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung. (Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Aksi gotongroyong dilakukan warga Desa Cintamulya, Kecamatan Jatinangor, Kabupaten Sumedang dalam memperbaiki akses jalan yang rusak berat.

Bukan sekadar bergerak mengerahkan tenaga, tapi warga pun secara swadaya melakukan patungan, untuk membeli material hingga kebutuhan lain dalam perbaikan jalan kabupaten tersebut.

Mengingat jalan yang rusak berat merupakan akses vital bagi masyarakat di perbatasan Sumedang-Kabupaten Bandung, mereka pun gotongroyong mengumpulkan dana secara sukarela.

Baca Juga:Tingkatkan Roda Perekonomian, 50 Perusahaan Berminat Investasi Sebesar Rp240 Triliun Ciptakan Ekonomi Baru bagi Warga, Kementrans Kembangkan Wirausaha Wisata 

PLH Kades Cintamulya, Bina Ferdiasyah mengatakan, perbaikan jalan dengan cara gotongroyong dilakukan karena kerusakan sudah berlangsung lama.

“Dengan alat seadanya, warga melakukan pengecoran, panjang jalan mencapai 130 meter. Dana yang terkumpul Rp12 juta, ada juga pengusaha yang ngasih material, salah satunya Pak Irfan, dan Bu Dian,” katanya kepada Jabar Ekspres, Minggu (28/12).

Diketahui, jalan yang diperbaiki secara swadaya masyarakat tersebut, berstatus pengelolaannya ada di Pemerintah Kabupaten Bandung.

Secara administratif lokasinya berada di wilayah perbatasan antara Kabupaten Sumedang dan Kabupaten Bandung, tepatnya di Kampung Cipasir, Desa Jelegong, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung.

Bina menerangkan, beruntung sejumlah perusahaan yang berada di wilayahnya pun turut berpartisipasi dalam perbaikan jalan tersebut.

“PT Kahatex ngasih bantuan uang dan ngasih pinjam molen cor, dan PT Insan Sandang pun berpartisipasi,” terangnya.

Bina menjelaskan, ruas jalan penghubung dua wilayah tersebut, sudah puluhan tahun rusak parah namun tak kunjung diperbaiki oleh Pemkab Bandung.

Baca Juga:Gencarkan Program Mudik Gratis Selama Nataru, Menhub: Perjalanan agar Lebih AmanKetimpangan Sosial di Jabar Masih Tinggi, Ini Jurus Pemda Turunkan Angka Kemiskinan Ekstrem

Kendati demikian, pada 2024 ada perbaikan jalan dengan panjang sekira 120 meter oleh Pemkab Bandung.

“Status jalannya jalan Kabupaten, milik Kabupaten Bandung. Total jalan yang rusak 250 meter, namun 120 meter sudah diperbaiki oleh Pemkab Bandung,” jelas Bina.

“Dan 130 meter lagi sudah diajukan juga ke Pemkab Bandung, namun tak kunjung diperbaiki, akhirnya perbaikannya dilakukan dengan swadaya masyarakat,” lanjutnya.

Bina menyampaikan, kondisi jalan rusak parah tersebut dinilai sangat membahayakan, terutama bagi pengendara sepeda motor.

“Banyak pengendara yang jatuh, ada juga yang sampai patah tulang, warga khawatir hingga akhirnya warga berinisiatif memperbaikinya,” pungkasnya. (Bas)

0 Komentar