Mahasiswa UNJANI Tolak Kampus Jadi Arena Politik, Presiden BEM Desak KNPI Minta Maaf

Mahasiswa UNJANI Tolak Kampus Jadi Arena Politik, Presiden BEM Desak KNPI Minta Maaf
Sejumlah Mahasiswa Unjani Cimahi saat Aksi di Depan Auditorium saat Inagurasi DPD KNPI Cimahi (mong)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Universitas Jenderal Achmad Yani (UNJANI) kembali menjadi pusat perhatian publik setelah mahasiswa memprotes penyelenggaraan pelantikan Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Kota Cimahi di lingkungan kampus, Minggu (21/12/25) sore.

Para mahasiswa menilai kegiatan tersebut melanggar ketentuan internal universitas dan menandai masuknya kepentingan politik praktis ke ruang akademik.

Aksi penolakan itu berlangsung di depan Gedung Auditorium Unjani, bertepatan dengan prosesi pelantikan. Sejumlah mahasiswa berdiri berjejer, menyuarakan keberatan mereka secara terbuka.

Baca Juga:Dugaan Korupsi Dana Pendidikan, Kampus dan Yayasan STIKes Budi Luhur DigeledahEpistemic Governance Jalan Baru Integrasi Kampus dan Pemerintah Daerah

Di balik aksi tersebut, tersimpan kegelisahan dan kekhawatiran bahwa kampus perlahan kehilangan batas antara ruang pendidikan dan panggung politik.

Keluarga Mahasiswa Universitas Jenderal Achmad Yani (KM UNJANI) yang terdiri dari Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM), Majelis Permusyawaratan Mahasiswa (MPM), serta berbagai organisasi mahasiswa menyatakan bahwa kegiatan pelantikan organisasi kepemudaan yang memiliki afiliasi politik di lingkungan kampus bertentangan dengan aturan universitas.

Aturan tersebut, menurut mahasiswa, secara tegas membatasi aktivitas politik praktis di dalam wilayah akademik.

Situasi semakin memanas setelah beredar pernyataan Ketua DPD KNPI Kota Cimahi, Sultan Mojahed Abdul Jabar, yang menyebut Unjani sebagai ‘universitas jarang ada penghuni.’ Pernyataan itu menyebar luas dan segera memantik reaksi keras mahasiswa.

Presiden Mahasiswa BEM KM Unjani, Muhamad Hafizd Rajib Alfikri, menegaskan bahwa ucapan tersebut bukan persoalan sepele.

“Kami menuntut KNPI Kota Cimahi untuk menyampaikan klarifikasi dan permohonan maaf secara terbuka dan resmi atas pernyataan verbal yang menyebut Universitas Jenderal Achmad Yani sebagai ‘universitas jarang ada penghuni’, yang telah menimbulkan persepsi negatif serta mencederai nama baik dan marwah Universitas Jenderal Achmad Yani,” kata Hafizd saat ditemui di sela aksi.

Menurut Hafizd, mahasiswa sebenarnya telah menempuh jalur komunikasi sebelum aksi digelar. Ia bersama Wakil Presiden BEM KM Unjani, Muhammad Zidan, sempat bertemu langsung dengan Ketua DPD KNPI Kota Cimahi untuk menyampaikan keberatan dan menjelaskan batasan yang berlaku di lingkungan kampus. Namun, dialog tersebut tidak menghasilkan titik temu.

Baca Juga:Pojok Statistik Hadir di ITB, BPS Targetkan Akses Data Resmi Makin Dekat ke KampusProfesionalisasi Seni Kampus, Tim Hibah PISN 2025 FISIB Unpak Gelar Workshop Manajemen Pertunjukan di Bogor

Ketika pelantikan tetap dilaksanakan dan pernyataan yang dinilai merendahkan almamater terlanjur beredar, mahasiswa memilih turun ke depan auditorium sebagai bentuk sikap kolektif.

0 Komentar