Profesionalisasi Seni Kampus, Tim Hibah PISN 2025 FISIB Unpak Gelar Workshop Manajemen Pertunjukan di Bogor

Profesionalisasi Seni Kampus, Tim Hibah PISN 2025 FISIB Unpak Gelar Workshop Manajemen Pertunjukan di Bogor
Tim Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Unpak menggelar Workshop Manajemen Pertunjukan Teater di Ruang Pementasan SMK Taruna Terpadu Borcess, Bogor. Foto : Universitas Pakuan
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Universitas Pakuan (Unpak) terus berupaya meningkatkan profesionalisme produksi seni di lingkungan kampus, salah satunya melalui Workshop Manajemen Pertunjukan Teater. Kegiatan ini digelar Tim Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Budaya (FISIB) Unpak di Ruang Pementasan SMK Taruna Terpadu Borcess, Bogor.

Workshop yang menghadirkan sekitar 20 peserta tersebut, menjadi bagian dari realisasi program Hibah BIMA PISN Kemendiktisaintek Tahun Anggaran 2025. Di mana kegiatan ini mempertemukan dosen FISIB Unpak dengan anggota komunitas Teater Prabu, menciptakan ruang belajar lintas generasi yang dinamis.

Dua narasumber dihadirkan untuk mengupas elemen penting dalam pertunjukan: manajemen dan artistik. Sugih Gumilar, menyajikan materi manajemen produksi mulai dari pra-produksi, pengorganisasian tim, hingga strategi publikasi.

Baca Juga:Lepas Puluhan Mahasiswa Unpak untuk Berlaga di Empat Ajang Nasional Bergengsi 2025, Ini Harapan RektorIndiefest 2025 Hadirkan 79 Film Pelajar, CLP Unpak Tekankan Pentingnya Keberanian dan Kreativitas Sineas Muda

Sementara itu, Asril Gunawan, memfokuskan paparannya pada komposisi dan ilustrasi musik teater sebagai pembangun atmosfer dalam pementasan.

Ketua Tim Hibah PISN 2025, Dipo Krisyudhi Ono menegaskan bahwa workshop ini bukan sekadar transfer ilmu. “Hibah BIMA PISN 2025 ini kami manfaatkan semaksimal mungkin untuk penguatan kapasitas SDM. Seringkali teater kampus punya ide liar yang brilian, namun terkendala eksekusi karena manajemen yang kurang rapi,” ujarnya, Senin (17/11/2025).

Ia menambahkan, pihaknya ingin membangun mindset bahwa manajemen produksi profesional adalah tulang punggung kesuksesan karya. “Harapannya karya mahasiswa tidak hanya estetik, tetapi juga marketable dan sesuai standar industri,” tuturnya.

Sepanjang sesi, diskusi berlangsung interaktif, peserta diajak memahami musik sebagai narasi bunyi yang memperkuat dramaturgi.

Sementara manajemen produksi diposisikan sebagai seni mengelola tim dan waktu. “Manajemen pertunjukan adalah soal harmoni kerja tim. Tidak ada ‘one man show’ di balik panggung,” tegasnya.

Ia menilai energi peserta, khususnya dari Teater Prabu, menunjukkan kebutuhan besar akan ilmu tata kelola pertunjukan.

Dampak pelatihan ini langsung dirasakan para pegiat teater kampus. Ketua Teater Prabu, Dede Muchlis, mengungkapkan bahwa materi yang disampaikan menjawab banyak kendala teknis yang selama ini mereka hadapi.

Baca Juga:Unpak Apresiasi Inovasi Mahasiswa Baru dalam PKBN 2025Unpak Gelar Wisuda 801 Lulusan, Rektor Tekankan Pentingnya Akhlak Mulia

“Ini pengalaman yang sangat daging bagi kami. Selama ini kami sering berjalan otodidak. Penjelasan Pak Sugih dan Pak Asril membuka wawasan baru tentang bagaimana produksi teater seharusnya dijalankan secara profesional,”ucapnya.

0 Komentar