JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Cimahi tengah memfinalisasi persiapan perayaan Hari Disabilitas Internasional (HDI) 2025 setelah Wakil Wali Kota Cimahi, Adhitia Yudisthira, melakukan audiensi resmi dengan Menteri Sosial RI, Saifullah Yusuf, di Jakarta baru-baru ini.
Pertemuan tersebut membahas konsep penyelenggaraan, arah kebijakan, serta urgensi memperkuat pelayanan inklusi agar penyandang disabilitas memperoleh ruang kesetaraan dalam kegiatan sosial, seni, maupun budaya di ruang publik.
Pertemuan ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan nyata penyandang disabilitas yang selama ini kerap diposisikan sebagai objek perayaan seremonial, bukan pelaku aktif.
Baca Juga:Kompetisi Sepak Bola Disabilitas Intelektual Asia Tenggara Dimulai di BandungLewat Kreasi Kaltara Inklusif, Telkom Hadirkan Inisiatif Pemberdayaan bagi Penyandang Disabilitas
Adhitia menegaskan, Cimahi ingin menghadirkan perayaan HDI yang berbeda. Ia menyebut bahwa gelaran tahun ini dirancang menempatkan penyandang disabilitas sebagai subjek utama dalam program, bukan hanya penerima fasilitas.
“Ingin ada konser kesetaraan pertama yang bersifat inklusif, sehingga para penyandang disabilitas juga dapat menikmati acara tersebut,” ujar Adhitia belum lama ini.
Ia mencontohkan bahwa Cimahi telah memiliki rekam jejak positif dalam pemberdayaan seni disabilitas, salah satunya melalui pementasan teater tuli yang pernah digelar di kota tersebut.
Tak hanya itu, ia menyebutkan bahwa tahun ini Cimahi akan melibatkan berbagai kelompok komunitas lokal dan pelajar.
“Anak-anak Sekolah Rakyat akan tampil di kegiatan HDI, main teater. Ini hasil kolaborasi semua non APBD,” katanya.
Bagi Adhitia, HDI adalah momentum menampilkan kreativitas masyarakat yang tumbuh dari akar komunitas, sekaligus mengangkat potensi seni inklusif yang berkembang secara organik.
Adhitia juga menekankan bahwa agenda HDI bukan hanya tentang perayaan tahunan, melainkan pembangunan ekosistem kolaborasi yang terus berjalan.
Baca Juga:Bupati dan DPRD Bogor Bahas Raperda Perlindungan Disabilitas, Wujudkan Layanan Publik yang InklusifJemput Bola Rekam KTP-el Bagi Lansia dan Disabilitas, Disdukcapil Cimahi Wujudkan Layanan Inklusif
“Menyambut kegiatan HDI, kami bangun wadah kolaborasi di Cimahi, isinya gabungan berbagai potensi di Cimahi,” ucapnya.
Pemerintah daerah menilai bahwa kolaborasi lintas pihak diperlukan agar program bagi penyandang disabilitas tidak berhenti pada panggung selebrasi, tetapi berlanjut menjadi sistem yang mendukung partisipasi aktif masyarakat tanpa hambatan.
Sementara itu, Menteri Sosial RI Saifullah Yusuf, atau yang akrab disapa Gus Ipul, menyambut baik rencana tersebut.
Ia menilai kegiatan HDI di Cimahi tidak hanya menawarkan hiburan, tetapi menyampaikan pesan penting tentang urgensi peningkatan kualitas layanan inklusif di Indonesia.
