Iguana Jumbo 30 Meter Jadi Primadona Lembang Street Carnival 2026

Peserta mengarak replika Iguana saat mengikuti Lembang Street Carnival 2026 di Lembang, Kabupaten Bandung Bara
Peserta mengarak replika Iguana saat mengikuti Lembang Street Carnival 2026 di Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Kamis (13/8/2026). Karnaval yang diikuti oleh ribuan warga dari 16 desa se-Kecamatan Lembang tersebut bertujuan untuk mempromosikan potensi dan ciri khas desa masing-masing serta sekaligus memeriahkan HUT ke-81 RI. Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Iguana raksasa sepanjang sekitar 30 meter tiba-tiba muncul di tengah kerumunan warga Lembang, Kamis (13/8/2026).

Replika karya Karang Taruna Desa Cikahuripan itu menjadi salah satu atraksi yang paling mencuri perhatian dalam Lembang Street Carnival 2026.

Reptil berukuran jumbo tersebut tampil dengan kepala besar, mulut terbuka, serta detail sisik yang dibuat menyerupai iguana asli. Ukurannya yang tidak biasa membuat replika tersebut menjadi pusat perhatian ribuan warga yang memadati jalur pawai. Banyak penonton mengabadikan momen saat iguana raksasa itu melintas di sepanjang jalan utama Lembang.

Baca Juga:Direksi Baru LKM Pancatengah Dilantik, Bupati Cecep Minta Kepercayaan Masyarakat DikembalikanBegini Kronologis Penyiksaan Handi di Sumedang, Korban Sempat Disekap di Sekre FKPPI 

Ketua Karang Taruna RW 06 Desa Cikahuripan, Ibnu, mengatakan replika tersebut dikerjakan selama sekitar satu bulan oleh puluhan anggota Karang Taruna RW 06 Desa Cikahuripan. Pengerjaannya dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan limbah kayu dan kertas.

“Replika ini dikerjakan sekitar satu bulan oleh 70 orang dari Karang Taruna RW 06. Bahannya kami manfaatkan dari limbah kayu dan kertas yang kemudian diolah menjadi karya seperti ini,” katanya.

Menurut Ibnu, pembuatan replika iguana tersebut menghabiskan biaya sekitar Rp7 juta. Seluruh proses pengerjaan dilakukan secara swadaya dengan mengandalkan kreativitas dan gotong royong anggota Karang Taruna.

Ia optimistis Desa Cikahuripan mampu meraih hasil terbaik dalam pawai budaya tahun ini. Selain ukurannya yang besar, replika iguana tersebut dinilai memiliki tingkat kesulitan dan detail pengerjaan yang cukup tinggi.

“Kami optimistis bisa meraih juara tahun ini. Salah satu keunggulan kami tentu dari ukuran replika yang paling besar, ditambah proses pembuatannya yang dikerjakan bersama-sama,” ujarnya.

Selain replika iguana, Karang Taruna Desa Sukajaya RW 03 turut menampilkan replika Maung Bodas Padjajaran yang dipadukan dengan figur Prabu Siliwangi sebagai tokoh Sunda dan Dewi Padi sebagai simbol kesuburan.

Ketua Karang Taruna Desa Sukajaya RW 03, Agung, mengatakan konsep tersebut dipilih karena memiliki nilai historis dan filosofi yang erat dengan budaya Sunda.

Baca Juga:Eduwisata Dikembangkan di Kebun Raya Bogor, Pengunjung Belajar soal TumbuhanViral Ibu Muda Ngamuk di SPBU Cipatujah, Polisi Ungkap Fakta di Balik Antrean Jeriken BBM

“Konsepnya Maung Bodas Padjajaran sebagai ikon Sunda, kemudian di atasnya ada Prabu Siliwangi. Kami juga menampilkan Dewi Padi sebagai simbol kesuburan. Ketiganya memiliki nilai sejarah dan filosofi yang kuat dalam budaya Sunda,” ujarnya.

0 Komentar