Lewat Kreasi Kaltara Inklusif, Telkom Hadirkan Inisiatif Pemberdayaan bagi Penyandang Disabilitas

Program “Kreasi Kaltara Inklusif”, sebuah inisiatif pemberdayaan yang membuka peluang wirausaha kreatif bagi p
Program “Kreasi Kaltara Inklusif”, sebuah inisiatif pemberdayaan yang membuka peluang wirausaha kreatif bagi penyandang disabilitas di Kalimantan Utara.
0 Komentar

Hadirkan pelatihan wirausaha inklusif berbasis budaya, lingkungan, dan digitalisasi produk yang melibatkan 45 orang disabilitas dari berbagai komunitas.

JABAR EKSPRES – Di tengah pesatnya transformasi digital, masih banyak kelompok masyarakat yang tertinggal dari akses ekonomi dan kesempatan kerja, terutama penyandang disabilitas yang memiliki potensi besar untuk berkreasi dan mandiri bila diberikan ruang dan dukungan yang tepat.

Menyadari hal itu, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) menghadirkan program “Kreasi Kaltara Inklusif”, sebuah inisiatif pemberdayaan yang membuka peluang wirausaha kreatif bagi penyandang disabilitas, khususnya perempuan, di Kalimantan Utara.

Baca Juga:Lahirkan Pembalap Muda, Pertamina Siap Dukung Kelanjutan Mandalika Racing Series 2026Telkom Dorong Inovasi AI Berkelanjutan Melalui AI Center of Excellence

Berdasarkan data Kementerian Ketenagakerjaan (Tempo, 2024), dari 5,17 juta penduduk usia kerja penyandang disabilitas, hanya sekitar 1,04 juta yang masuk ke dalam angkatan kerja.

Tingkat partisipasi angkatan kerja (TPAK) baru mencapai 20,14 persen, sementara tingkat pengangguran terbuka mencapai 10,8 persen.

Angka ini mencerminkan adanya kesenjangan besar yang perlu dijembatani melalui pelatihan dan pemberdayaan berbasis keterampilan.

Sebagai respon nyata, Telkom Indonesia melalui program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) menghadirkan pelatihan wirausaha inklusif berbasis budaya, lingkungan, dan digitalisasi produk.

Pelatihan yang berlangsung di Kota Tarakan pada 17 Oktober 2025 ini melibatkan 45 orang disabilitas dari berbagai komunitas.

Mereka dibekali dengan keterampilan Membatik Motif Kalimantan Utara, Meronce Aksesoris Tradisional Tidung, Produksi Vegan Leather dari Ampas Kopi, hingga Literasi Digital Dasar untuk memasarkan produk secara daring.

Hasilnya, para peserta berhasil menciptakan berbagai karya unik seperti scarf, dompet, kalung, gelang, hingga gantungan kunci.

Baca Juga:Adventure Fest: Satu Minggu, Tiga Brand Legendaris, Ribuan CeritaRamai Isu Kenaikan UMK 2026, Ini Daftar UMP Jika Naik 10,5 Persen

Sebagai bentuk keberlanjutan, para pelaku usaha disabilitas akan diberi pendampingan oleh Rumah BUMN Telkom Tarakan.

Seluruh produk akan dikurasi dan dipasarkan melalui katalog digital serta e-commerce sebagai langkah awal membangun ekosistem wirausaha inklusif berbasis teknologi dan budaya lokal.

“Sebagai perusahaan digital telekomunikasi, Telkom Indonesia berkomitmen memperkuat kapasitas masyarakat melalui akses teknologi dan pemberdayaan ekonomi berbasis digital. Program ini tidak hanya menumbuhkan keterampilan baru, tetapi juga membuka peluang bagi penyandang disabilitas untuk berinovasi, berkarya, dan mandiri secara ekonomi,” ujar Senior General Manager Social Responsibility Telkom Indonesia Hery Susanto.

0 Komentar