VeraVeY, Suara Perempuan yang Menghidupkan Blues dari Jantung Kota Cimahi

VeraVeY, Suara Perempuan yang Menghidupkan Blues dari Jantung Kota Cimahi
Vera Ida Hasani atau Lebih Dikenal VeraVey, Musisi Wanita Asal Cimahi yang Pertahankan Musik Blues Ditengah Mayoritas Musik Kekinian (Ist)
0 Komentar

Dari delapan lagu yang ia garap di album Blooming Inspiration, Vera paling jatuh cinta sama lagu ‘Cinta Kali Ini’.

Katanya, lagu itu paling bisa “nyantol” di kuping anak muda. Musiknya funky, enerjik, tapi masih beraroma blues yang kental.

“Saya bikin biar generasi sekarang tau kalau blues juga bisa fun, nggak harus mellow terus,” celetuk Vera sambil tertawa lepas, khas musisi yang tahu persis apa yang dia rasakan.

Baca Juga:Musik Jadi Nafas Baru Advokasi Lingkungan, WALHI Ajak Generasi Muda Suarakan Krisis Ekologis Lewat KaryaFestival Tring! Meriahkan Akhir Pekan Bandung dengan Musik, Emas, dan Inovasi Keuangan Digital

Uniknya, semua lagu di album Blooming Inspiration ini murni ciptaan Vera sendiri. Inspirasi datang dari hal-hal receh tapi bermakna.

“Kadang pas lagi bengong, tiba-tiba dapet ide. Saya tulis dulu, nanti di rumah baru disempurnain. Kalau lagi dapet feel-nya, satu lagu bisa kelar dalam sehari,” cerita Vera dengan mata berbinar.

Ternyata ada sosok pendorong setia di balik semangatnya, sang adik, Farouk.

“Kadang dia suka nyemangatin, ‘Ayo teh, lanjutin lagunya!’ Nah, kalau udah gitu, biasanya ide langsung ngalir deras. Saya kebut sampe jadi,” ungkapnya sambil tersenyum.

Meski punya kesibukan di dunia bisnis pengadaan barang, Vera tetap setia menyisihkan waktu buat bermusik.

“Riweuh sih, tapi keluarga ngerti. Musik tuh ruang napas saya,” ucapnya santai tapi dalam.

Vera tahu banget, bertahan di jalur blues di tengah gempuran musik modern itu bukan perkara enteng.

Baca Juga:Doomsday Open Air 2025 Angkat Tema “Rebirth From Ruin”, Panggung Kebangkitan Musik Tanah AirSora Wanodja Nusantara Berirama: Rayakan Setahun Harmoni Musik dan Wastra Nusantara

“Blues itu minoritas, tantangannya gede banget. Sebagus apa pun, pasarnya tetap kecil. Tapi saya salut banget sama Gugun Blues Shelter, dia bisa tetap eksis dengan perjuangan yang luar biasa. Itu yang bikin saya semangat,” ungkapnya dengan mata berbinar.

Meski begitu, buat Vera, musik bukan soal popularitas atau viral di media sosial. Ia cuma pengen terus berkarya.

“Saya bagian dari komunitas blues, jadi tugas saya ngenalin blues ke publik lewat lagu-lagu saya. Nggak usah terlalu mikirin target, yang penting jalanin aja. Just do it! Berkarya terus, itu prinsip saya,” tegasnya santai namun penuh keyakinan.

Untuk mempromosikan albumnya, Vera mengandalkan platform digital seperti Spotify serta radio-radio lokal di Sukabumi, Bandung, dan Surabaya.

0 Komentar