VeraVeY, Suara Perempuan yang Menghidupkan Blues dari Jantung Kota Cimahi

VeraVeY, Suara Perempuan yang Menghidupkan Blues dari Jantung Kota Cimahi
Vera Ida Hasani atau Lebih Dikenal VeraVey, Musisi Wanita Asal Cimahi yang Pertahankan Musik Blues Ditengah Mayoritas Musik Kekinian (Ist)
0 Komentar

Pertemuan dengan komunitas itulah yang menjadi titik balik perjalanan musiknya. Ia mulai ikut jamming, tampil di berbagai kota seperti Depok, Jakarta, Sukabumi, Cianjur, Tasikmalaya, Bandung, hingga ke Lampung dan Sumatra.

Dari panggung-panggung kecil yang penuh cahaya temaram dan aroma kopi malam, VeraVeY mulai menulis kisahnya sendiri di dunia musik. Bukan sekadar menyanyi, tapi membangun jati diri musik yang punya warna blues khas melankolis tapi hangat, sederhana tapi dalam.

“Soal pakem, saya banyak belajar dari para dewa blues macam Steffie Ray Vaughan, Jimi Hendrix, B.B. King, Freddie King, sampai Janis Joplin. Tapi lama-lama, saya sadar, yang keluar itu bukan mereka, tapi saya sendiri. Warna musik saya lahir dari perjalanan dan perasaan,” ujar Vera dengan mata berbinar, seolah nada-nada blues sedang berputar di pikirannya.

Baca Juga:Musik Jadi Nafas Baru Advokasi Lingkungan, WALHI Ajak Generasi Muda Suarakan Krisis Ekologis Lewat KaryaFestival Tring! Meriahkan Akhir Pekan Bandung dengan Musik, Emas, dan Inovasi Keuangan Digital

Dari perjalanan panjang itu, lahirlah karya yang jadi tonggak penting, album debut bertajuk ‘Blooming Inspiration’ simbol dari semangat Vera untuk menumbuhkan kembali blues di tanah air.

Sebelum merilis album penuh, Vera sempat tes ombak lewat satu single yang ia lempar ke platform digital.

“Cuma pengen tahu aja, gimana sih respons orang terhadap blues lokal? Eh, Alhamdulillah banyak yang suka! Padahal genre saya kan minoritas, bukan pop. Dari situ saya jadi makin semangat buat terus bikin karya,” tutur Vera dengan tawa lepasnya yang khas, sehangat petikan gitar blues di malam yang sunyi.

Dalam Blooming Inspiration, Vera ingin memperkenalkan ragam wajah blues yang jarang diketahui publik.

“Saya pengen nunjukin kalau blues itu nggak melulu pelan dan muram. Di album ini ada yang up-tempo, ada yang funky, ada yang soul, rock, bahkan pop. Semua tetap ada benang merahnya di blues,” katanya.

Tapi meski tampil ceria di panggung, Vera nggak mau lupa sama akar sejatinya blues.

“Basic-nya tetap sedih, karena notasinya minor. Tapi bukan berarti muram ya. Justru dari situ ada kekuatan, ada kejujuran buat ngeluarin isi hati,” ujarnya lembut tapi dalam.

0 Komentar