JABAR EKSPRES – Di tengah derasnya arus musik pop dan elektronik yang mendominasi industri digital masa kini, masih ada suara khas yang lahir dari jiwa musik blues.
Musik blues lahir dari hati dan perjuangan. Genre ini pertama kali muncul di komunitas Afrika-Amerika di Amerika Serikat bagian selatan pada akhir abad ke-19. Campuran antara tradisi spiritual, lagu kerja, dan balada kehidupan menjadikannya musik yang sarat makna dan emosi.
Blues dikenal lewat melodi melankolis, pola akord 12 birama yang khas, serta lirik jujur yang menyinggung cinta, kesedihan, dan realita hidup. Suaranya bisa pelan tapi menggigit, lirih tapi bercerita banyak hal.
Baca Juga:Musik Jadi Nafas Baru Advokasi Lingkungan, WALHI Ajak Generasi Muda Suarakan Krisis Ekologis Lewat KaryaFestival Tring! Meriahkan Akhir Pekan Bandung dengan Musik, Emas, dan Inovasi Keuangan Digital
Meski begitu, di tengah derasnya arus musik pop dan digital saat ini, blues memang terbilang sebagai genre yang mulai jarang terdengar. Perubahan selera pendengar dan tren musik modern membuat blues menjadi minoritas di industri musik masa kini.
Namun, di Indonesia, blues punya akar yang kuat dan tak pernah benar-benar hilang. Sejak era 60-an hingga kini, musik ini tetap hidup lewat nama-nama besar seperti Harry Toledo, Tony Prabowo, Slank, hingga penyanyi blues wanita legendaris Oppie Andaresta, yang konsisten menjaga nyala blues di tengah perubahan zaman.
Gugun dari Gugun Blues Shelter dikenal sebagai pelopor blues modern Indonesia sejak 2004, lewat gaya khas dan kemampuannya mempopulerkan genre ini ke panggung nasional.
Di kota kecil bernama Cimahi, semangat itu dijaga oleh seorang perempuan yang tetap teguh memainkan nada-nada sendu nan jujur, Vera Ida Hasani, atau yang akrab disapa Veravey.
Bagi sebagian orang, blues mungkin terasa kuno di tengah dunia musik modern. Namun, bagi Veravey, blues justru memiliki ruang tersendiri di hatinya.
“Dulu saya suka nyanyi berbagai genre, dari lagu Sunda, pop, sampai jazz. Tapi setelah saya resign dari bank, mulai usaha sendiri, dan bergabung dengan komunitas Bandung Blues Society, saya baru menemukan eksplorasi yang sesungguhnya. Wah, ternyata blues ini asik banget,” ujarnya dengan bahagia saat ditemui di Hj. Maya Baros, Cimahi Selatan, Selasa (11/11/2025).
