Pastikan Dapur MBG Ramah Lingkungan, Pemkot Bandung Harap Tidak Ada Lagi Penolakan dari Warga 

Pastikan Dapur MBG Ramah Lingkungan, Pemkot Bandung Harap Tidak Ada Lagi Penolakan dari Warga 
Pekerja mengecat dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) di Perumahan Parakan, Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, Kota Bandung, Senin (10/11). Foto: Dimas Rachmatsyah / Jabar Ekspres
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Pemerintah Kota (Pemkot) Bandung menanggapi penolakan sejumlah warga di Kelurahan Batununggal, Kecamatan Bandung Kidul, terhadap keberadaan dapur operasional Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Warga sebelumnya menolak dapur tersebut karena khawatir menimbulkan gangguan lingkungan di kawasan padat penduduk.

Penolakan itu bahkan dituangkan dalam spanduk besar di pintu masuk kompleks, yang berisi dukungan terhadap program MBG namun menolak dapur produksinya beroperasi di lingkungan mereka.

Baca Juga:Dapur MBG di Parakan Batununggal Ditolak Warga Lantaran Ganggu Lingkungan, Pengelola: Belum Beroperasi!Warga Batununggal Tolak Dapur MBG: Banyak Efek Negatifnya!

Ketua RW 2, Badri Furqan, menyebut warga tidak menolak program nasionalnya, melainkan hanya keberadaan dapur yang dinilai berpotensi menimbulkan kebisingan dan bau sampah.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan berharap agar tidak ada lagi penolakan terhadap pelaksanaan program MBG yang merupakan bagian dari Proyek Strategis Nasional (PSN).

Ia menegaskan, Pemkot bersama instansi terkait akan terus melakukan komunikasi dengan warga agar program berjalan tanpa menimbulkan konflik sosial.

“Jadi, kami bekerja sama secara erat untuk memastikan agar MBG bisa berjalan dengan baik. Itu kepastiannya. Kami akan komunikasikan dengan warga, dan semoga bisa diselesaikan seperti yang terjadi di Turangga,” kata Farhan, Senin (10/11/2025).

Farhan menjelaskan, kasus serupa sempat terjadi di wilayah Turangga, namun akhirnya dapat diselesaikan melalui dialog terbuka dan pendekatan persuasif. Ia optimistis persoalan di Batununggal juga akan menemukan titik temu tanpa menghambat jalannya program nasional tersebut.

Menurutnya, Pemkot Bandung berkomitmen menjaga keseimbangan antara pelaksanaan program nasional dan kenyamanan masyarakat sekitar. Pihaknya juga memastikan bahwa setiap dapur MBG akan memenuhi standar lingkungan, termasuk pengelolaan limbah dan waktu operasional yang tidak mengganggu warga.

“Intinya kita tidak ingin ada pihak yang dirugikan. Program ini tujuannya untuk anak-anak bangsa, tapi tentu harus dijalankan dengan memperhatikan kenyamanan warga sekitar,” ujarnya.

Baca Juga:Pemkab Bandung Barat Desak BGN Segera Bayar Klaim Biaya Korban MBGImbas Dana Operasional Raib Digondol Penipu, SPPG Pangauban KBB Minta BGN Bantu Biaya Program MBG

Pemkot Bandung kini tengah menyiapkan opsi relokasi dapur MBG jika lokasi saat ini dianggap kurang sesuai. Farhan berharap, langkah itu bisa menjadi solusi tengah agar semangat program nasional tetap berjalan, sementara aspirasi warga juga tetap dihormati.

Hingga kini, dapur MBG di kawasan Parakan Batununggal masih belum beroperasi. Pihak pengelola terlihat melakukan pembersihan dan pengecatan bangunan sambil menunggu hasil komunikasi lebih lanjut antara Pemkot, pengelola, dan warga setempat. (Dam)

0 Komentar