JABAR EKSPRES – Indonesia terus membuka peluang bagi tenaga kerja profesional untuk menembus pasar Eropa melalui misi dagang strategis yang digelar di Berlin, Jerman, pada 15–16 September 2025.
Inisiatif ini bertujuan memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global, sekaligus meningkatkan devisa negara melalui remitansi tenaga kerja terampil.
Forum Bisnis Misi Dagang Jasa Profesional Indonesia ke Eropa ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Perdagangan (Kemendag), Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (KP2MI), dan perwakilan pemerintah RI di Jerman.
Baca Juga:De Braga by Artotel, Bukan Sekadar Tempat Menginap dan Hangout Penuh KetenanganIndonesia-Kanada Memulai Perdagangan Lewat CEPA, Pintu Baru bagi Ekspor dan Investasi Strategis
Melalui forum ini, Indonesia menegaskan keseriusannya dalam mempromosikan tenaga kerja berkualitas di berbagai sektor strategis, mulai dari horeka (hotel, restoran, kafe), konstruksi, teknologi informasi, kesehatan, hingga perawatan lansia.
Wakil Menteri Perdagangan RI Dyah Roro Esti Widya Putri menyatakan bahwa misi dagang ini adalah bagian dari upaya sistematis Indonesia dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja profesional di pasar internasional.
“Kami mendorong promosi serta peningkatan kapasitas pelaku jasa professional Indonesia di berbagai sektor strategis, seperti hotel, restoran, dan kafe (horeka), kontruksi, serta teknologi informasi melalui misi dagang ini,” ujar Wamendag Roro, dikutip dari ANTARA, Senin (29/9).
Sebanyak delapan perusahaan penempatan pekerja migran Indonesia (P3MI) hadir langsung di forum ini, sementara dua lainnya berpartisipasi secara daring.
Mereka menawarkan tenaga kerja terampil di berbagai bidang—mulai dari sektor teknologi informasi, konstruksi dan teknik sipil, kesehatan, spa, logistik, minyak dan gas, hingga kuliner dan manufaktur.
Dari sisi mitra luar negeri, tujuh agensi dari Jerman dan Belanda hadir secara fisik, sementara satu agensi dari Italia berpartisipasi secara daring.
Wamendag menambahkan selain memperluas peluang kerja bagi tenaga professional Indonesia, misi dagang ini diharapkan bisa memberikan dampak positif terhadap peningkatan devisa melalui remitansi, mendorong transfer pengetahuan dan keterampilan, serta memperkuat hubungan bilateral dengan negara mitra.
Baca Juga:Industri Baja Nasional Makin Tangguh, Ekspor CRC Indonesia Tembus Pasar EropaPendanaan APBN untuk IKN Masih Berlanjut di 2026, Menkeu Harap Swasta Segera Terlibat
Pertemuan bisnis ini menghasilkan potensi transaksi sebesar 33,01 juta dolar AS atau sekitar Rp540 miliar, terutama dari sektor teknologi informasi, horeka, dan konstruksi.
“Dengan langkah strategis ini, Indonesia makin siap menghadapi tantangan global sekaligus memastikan kesejahteraan tenaga kerja dan keluarganya melalui pembukaan peluang kerja yang lebih baik di luar negeri,” sebut Wamendag.
