Industri Baja Nasional Makin Tangguh, Ekspor CRC Indonesia Tembus Pasar Eropa

Industri Baja Nasional Makin Tangguh, Ekspor CRC Indonesia Tembus Pasar Eropa
Ilustrasi ekspor baja Indonesia ke Spanyol. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Industri baja Indonesia menunjukkan ketangguhannya di pasar global. PT Krakatau Baja Industri (KBI), anak usaha dari Krakatau Steel Group, baru saja mengekspor lebih dari 54 ribu ton produk baja putih (cold rolled coil/CRC) ke Spanyol.

Ekspor ini bukan hanya angka besar semata, tetapi juga menjadi indikator penting bahwa industri baja nasional kian mampu bersaing di panggung internasional.

Ekspor senilai Rp571 miliar ini dilepas secara resmi oleh Kementerian Perindustrian (Kemenperin) di Cilegon, Banten, pada Kamis (25/9/2025).

Baca Juga:Pendanaan APBN untuk IKN Masih Berlanjut di 2026, Menkeu Harap Swasta Segera TerlibatTerpilih Menjadi Ketua Umum Asbisindo, Anggoro Eko Cahyo Siapkan Lima Strategi Perkuat Ekonomi Syariah

“Capaian ini merupakan hasil ekspansi produksi yang semakin luas, didorang oleh permintaan global yang terus meningkat, khususnya dari sektor besi dan baja, serta keberhasilan program hilirisasi nasional yang konsisten menambah nilai produk dalam negeri,” kata Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin Setia Diarta dikutip dari ANTARA, Jumat (26/9).

Dalam pelepasan ekspor tersebut, Dirjen ILMATE mengemukakan industry baja nasional kini memiliki peranan penting dalam mendukung pembangunan infrastruktur, penguatan industri permesinan, otomotif, galangan kapal, hingga energi.

Mengacu pada data World Steel Association, Indonesia kini menempati peringkat ke-14 dunia dalam produksi baja mentah (crude steel). Pada 2024, produksi nasional mencapai 17 juta ton, meningkat signifikan dari 8,5 juta ton pada 2019.

“Saat ini, kapasitas terpasang crude steel nasional mencapai 21 juta ton dan ditargetkan meningkat menjadi 27 juta ton pada 2029. Ini menunjukkan optimism dan langkah ekspansif Indonesia dalam memperkuat daya saing di tingkat global,” ungkapnya.

Sejalan dengan sasaran tersebut, KBI ikut memberikan andil terhadap performa posistif industri logam dasar nasional.

Sepanjang 2025, perusahaan ini telah mengekspor 62 ribu ton produk CRC ke berbagai negara, termasuk Amerika Serikat, Polandia, dan Spanyol.

Pada pelepasan ekspor ke Spanyol ini, KBI mengapalkan produk CRC dengan volume lebih dari 54 ribu ton atau senilai Rp571 miliar.

Baca Juga:Menteri PKP Siapkan Skema Baru Rumah Subsidi untuk Warga KotaIndonesia Perkuat Kerja Sama dengan Arab Saudi di Bidang Energi Terbarukan dan Pendidikan 

Menurutnya, momentum ekspor ini menjadi bukti nyata ketangguhan industry manufaktur Indonesia, khususnya industri baja, dalam menembus pasar internasional.

Tidak hanya itu, menjadi bukti bahwa produk baja Indonesia memiliki peluang besar dan mampu bersaing di kacan global.

0 Komentar