Atap SMKN 1 Cileungsi Ambruk, Bupati Bogor Ditelepon Langsung oleh Gubernur Jabar

Petugas BPBD Kabupaten Bogor saat berada di SMKN 1 Cileungsi. Foto: BPBD Kabupaten Bogor
Petugas BPBD Kabupaten Bogor saat berada di SMKN 1 Cileungsi. Foto: BPBD Kabupaten Bogor
0 Komentar

Atap SMKN 1 Cileungsi Ambruk, Bupati Bogor Ditelepon Langsung oleh Gubernur Jabar

JABAR EKSPRES – Bupati Bogor, Rudy Susmanto, mengungkapkan bahwa ia langsung menerima telepon dari Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, sesaat setelah kabar runtuhnya atap SMK Negeri 1 Cileungsi tersebar.

Peristiwa ambruknya atap sekolah tersebut terjadi saat kegiatan belajar mengajar (KBM) sedang berlangsung. Video detik-detik kejadian pun viral di media sosial, memperlihatkan para siswa saling membantu menyelamatkan rekan mereka yang terjebak di bawah reruntuhan.

Baca Juga:Biar Kulit Halus Lagi, Ini 7 Cara Sederhana Atasi Pori-Pori MembandelMerefleksikan Tema Haornas 2025 ‘Olahraga Satukan Kita’ ala DBL Indonesia

“Kami pertama sangat mengapresiasi Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi. Beberapa saat yang lalu beliau langsung telepon ke saya dan pak wakil bupati,” ujar Rudy saat ditemui di Jonggol, Rabu (10/9/2025).

Rudy menjelaskan bahwa dalam percakapan tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi meminta agar lokasi kejadian segera ditinjau dan memastikan agar kegiatan belajar mengajar tidak terganggu. Pemprov Jabar, lanjut Rudy, juga menyatakan komitmennya untuk bekerja sama dalam penanganan insiden tersebut.

“Menyampaikan bahwa tolong segera ditengok dan Pemerintah Provinsi Jawa Barat ingin memastikan bahwa kegiatan belajar mengajar tidak terganggu dan minta berkolaborasi bersama-sama dengan Pemerintah Kabupaten Bogor,” katanya.

Meski kewenangan pendidikan tingkat SMA/SMK berada di bawah Pemerintah Provinsi Jawa Barat, Rudy menegaskan bahwa siswa-siswa yang menjadi korban adalah anak-anak dari wilayah Kabupaten Bogor.

“Karena walaupun menjadi kewenangan Pemerintah Provinsi Jawa Barat tapi diisi oleh anak-anak kita dari Kabupaten Bogor yang sekolah,” ucapnya.

Ia menekankan pentingnya kerja sama antara Pemprov dan Pemkab dalam menangani kejadian tersebut, tanpa saling melempar tanggung jawab.

“Maka tanggung jawab kita bersama-sama, tidak saling tunjuk, tapi sama-sama kita buat yang terbaik agar KBM tidak terganggu,” pungkas Rudy.

Baca Juga:NA Mantan Walkot Cirebon Jadi Tersangka Korupsi Multiyears , Negara Rugi Rp26 MKejari Cirebon Tahan NA dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Multiyears 2016–2018

Sebagai informasi, total korban dalam insiden ini berjumlah 31 orang. Dari jumlah tersebut, 20 orang yang dirawat di RS Thamrin dan lima di RS Merry telah diperbolehkan pulang. Sementara enam siswa lainnya masih menjalani perawatan di RS Thamrin.

0 Komentar