JABAR EKSPRES – Di usia kemerdekaannya yang ke-80 tahun, Indonesia tahun ini merayakan Hari Olahraga Nasional atau Haornas ke-42 tahun. Tahun ini, Haornas mengangkat tema “Olahraga Satukan Kita”.
Kementerian Pemuda dan Olahraga sebagai leading sektor secara terang-terangan menyebut tema ini diangkat karena kondisi sosial politik bangsa belakangan ini. Tentu hal tersebut mengarah pada terjadinya gejolak sosial di masyarakat yang terjadi lewat demonstrasi di berbagai daerah, yang puncaknya terjadi akhir Agustus lalu.
Melalui tema ini pemerintah berharap olahraga bukan sekadar sarana meraih prestasi, tetapi juga wahana untuk memperkokoh persatuan bangsa.
Baca Juga:NA Mantan Walkot Cirebon Jadi Tersangka Korupsi Multiyears , Negara Rugi Rp26 MKejari Cirebon Tahan NA dalam Kasus Dugaan Korupsi Proyek Multiyears 2016–2018
“Olahraga mengajarkan kita sportivitas, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada. Nilai-nilai ini adalah teladan yang bisa kita terapkan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara,” kata Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) 2023-2025, Ario Bimo Nandito Ariotedjo dalam sambutannya yang ada di situs dokumen pedoman pelaksanaan Haornas 2025.
Menurut Dito -sapaan akrab Menpora- dalam olahraga, kemenangan terbesar bukan hanya saat kita mengangkat piala, melainkan ketika kita mampu saling menghargai, saling mendukung, dan memandang perbedaan sebagai kekuatan untuk bersatu.
Sebagai perusahaan sports management, DBL Indonesia bisa disebut sebagai salah satu stakeholder yang wajib mendukung semangat pemerintah dalam Haornas. Tema Haornas “Olahraga Satukan Kita” sebenarnya sudah dijalankan DBL Indonesia melalui kompetisi basketnya yang konsisten digelar sejak 2004 silam (21 tahun).
Harapan Menpora agar olahraga mengajarkan kita sportivitas, menghormati lawan, dan menerima hasil dengan lapang dada selama ini berjalan puluhan tahun di kompetisi basket DBL. Semangat sportivitas itu ditanamkan lewat aturan yang dipegang teguh dan konsisten sejak kompetisi ini pertama kali digelar.
Bentuk konkretnya banyak. Dari sisi teknis pertandingan misalnya. DBL Indonesia termasuk yang mengawali penerapan sistem respect the game. Sistem ini diadopsi DBL sejak 2016 silam.
Respect the game merupakan sebuah sistem pertandingan, di mana tim yang unggul 20 poin wajib melakukan lini bertahan di dalam dan tidak melewati garis tengah lapangan (half court). Sehingga, tim yang tertinggal mempunyai kesempatan untuk mengejar poin.
