JABAR EKSPRES – Dalam menghadapi ketatnya persaingan ekonomi global, Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menekankan pentingnya peran pemerintah daerah (Pemda) dalam mempercepat sertifikasi halal bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Langkah ini dianggap krusial untuk memperkuat daya saing produk dalam negeri di pasar nasional maupun internasional.
Pernyataan tersebut disampaikan Mendagri dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah di Jakarta pada Senin (11/8).
Baca Juga:Jalin Kerja Sama, RI Perluas Akses Ekspor Pertanian ke Amerika Latin Lewat PeruHunian Bernapas Alam, The Emeralda Resort Padalarang Tawarkan Harmoni dan Kemewahan
Ia menegaskan bahwa sertifikasi halal bukan persoalan keagamaan semata, melainkan strategi penting dalam menghadapi persaingan ekonomi global.
“Ini masalah halal, sertifikat halal, jaminan produk halal ini bukan berarti kita akan berorientasi kepada agama tertentu, atau mungkin, mohon maaf, bahasanya mungkin ada yang mengatakan mungkin ini Islamisasi, bukan. Tapi ini sudah pertarungan dagang, pertarungan global, ekonomi,” kata Tito, dikutip dari ANTARA, Selasa (12/8).
Ironisnya, menurut Tito, meski Indonesia merupakan negara dengan populasi Muslim terbesar di dunia, produsen utama produk halal justru datang dari negara-negara non-Muslim seperti Brasil, India, Amerika Serikat, hingga Rusia.
“Negara Brasil itu nomor satu, eksportir makanan halal. Kemudian, India, Amerika, Rusia, itu adalah salah satu negara-negara yang produsen halal yang besar-besar,” katanya.
Selain itu, tren konsumsi produk halal meningkat pesat, khususnya di negara-negara dengan populasi Muslim yang besar.
Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk Muslim terbesar di dunia, menjadi pasar yang sangat potensial. Namun, sayangnya produsen halal terbesar dunia justru berasal dari negara lain.
“Jadi sudah menjadi persaingan global. Oleh karena itulah kita mendorong dalam negeri Indonesia, kita mengonsumsi produk halal dalam negeri, produk sendiri,” kata Mendagri.
Baca Juga:Di tengah Tekanan Global, Pasar Modal Indonesia Berperan Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional Harga Gula Anjlok, Danantara Siap Suntik Dana Rp1,5 Triliun Stabilkan HAP Petani
Hal ini menjadi tantangan bagi Indonesia agar bisa memperkuat produksi halal dalam negeri. Salah satunya melalui percepatan sertifikasi halal bagi UMKM yang difasilitasi oleh Badan Penyelenggara Jaminan Produk Halal (BPJH).
“Ini perlu melibatkan seluruh Pemda-Pemda mendorong supaya kita menikmati produksi (halal) dalam negeri sendiri, konsumen masyarakat kita. Jangan diserbu dari luar,” katanya.
