Harga Gula Anjlok, Danantara Siap Suntik Dana Rp1,5 Triliun Stabilkan HAP Petani 

Harga Gula Anjlok, Danantara Siap Suntik Dana Rp1,5 Triliun Stabilkan HAP Petani 
Ilustrasi harga gula anjlok, Danantara siap suntik dana Rp1,5 triliun stabilkan HAP petani. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Dalam upaya menstabilkan harga gula petani yang belakangan ini anjlok di bawah Harga Acuan Penjualan (HAP), Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (Danantara) akan menyalurkan dana sebesar Rp1,5 triliun untuk menyerap gula produksi petani.

Dana ini akan disalurkan melalui PT Sinergi Gula Nusantara (SGN), anak usaha Holding PTPN di sektor pergulaan.

Sekretaris Asosiasi Petani Tebu Indonesia (APTRI) Cabang Kecamatan Assembagoes, Situbondo, Jawa Timur, Herman Fauzi mengatakan bahwa informasi dana Rp1,5 triliun dari Danantara tersebut didapatkan, setelah APTRI berkoodinasi dengan Kemenko Bidang Pangan dan Kemenko Bidang Perekonomian.

Baca Juga:Mendag Genjot Ekspor UMKM Lewat E-Commerce dan Pasar ASEANGeliat Ekonomi Digital, Transaksi QRIS di Kota Banjar Melonjak 190,5 Persen

“Pekan lalu Pengurus APTRI Pusat berkoordinasi dengan kementerian terkait, dan disampaikan solusinya Danantara akan mengucurkan dana melalui PT Sinergai Gula Nusantara (SGN) untuk membeli sementara gula petani,” katanya.

Langkah ini menjadi solusi konkret atas stagnasi penjualan gula di sejumlah pabrik gula, termasuk PG Assembagoes di Situbondo, Jawa Timur, yang mencatat penumpukan stok hingga 5.000 ton sejak sebulan terakhir.

Menurut Fauzi, harga gula pasir PG Assembagoes ditawar pedagang di bawah harga acuan penjualan atau HAP Rp.14.500 per kilogram.

“Sudah empat minggu ini tawaran pedagang Rp14.350 per kilogram ada juga yang menawar Rp14.200 per kilogram, minimal harga gula Rp14.500,” kata fauzi.

Fauzi menyebutkan bahwa kehadiran gula rafinasi di pasar konsumsi turut memengaruhi harga jual gula petani.

Padahal gula rafinasi diperuntukan bagi pengolahan bahan industri makanan dan minuman, bukan untuk konsumsi harian.

“Gula rafinasi itu warnanya sangat putih dan tidak semanis gula pasir pada umumnya, dan harganya lebih murah,” kata Fauzi.

Baca Juga:Perluas Pasar Ekspor, Kadin Optimis Perdagangan Indonesia dengan Eropa-AS Capai 100 Miliar Dollar Bulog Cirebon Perkuat Cadangan Beras Nasional, Petani Antusias Jual Gabah Setelah HPP Rp6.500/kg

Disis lain, Manajemen Pabrik Gula (PG) Assembagoes, Kabupaften Situbondo, mencatat sekitar 5.000 ton gula pasir petani di wilayah tersebut belum terjual ke pedagang sejak sebulan terakhir.

General Manajer PG Assembagoes Situbondo Mulyono men jelaskan selama lebih empat periode (per minggu) atau sekitar satu bula ini gula pasir sebanyak 5.000 ton tersimpan di Gudang pabrik gula.

“Karena gula pasir belum terjual ke pedagang, selama lebih dari empat periode ini kami belum melakukan pembayaran kepada petani yang tebunya digiling di PG Assembogoes,” ujarnya.

0 Komentar