Di tengah Tekanan Global, Pasar Modal Indonesia Berperan Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional 

Di tengah Tekanan Global, Pasar Modal Indonesia Berperan Jaga Stabilitas Ekonomi Nasional 
Ilustrasi pasar modal Indonesia berperan aktif jaga stabilitas ekonomi nasional. (Dok. Pixabay)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Di tengah dinamika global yang penuh tekanan, pasar modal Indonesia menunjukkan ketahanan luar biasa dan terus memainkan peran strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi nasional.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Mahendra Siregar, menegaskan bahwa ketangguhan ini menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa Indonesia memiliki sistem keuangan yang adaptif dan tangguh.

Sepanjang semester I tahun ini, ekonomi tetap tumbuh sebesar 5,12 persen year on year (yoy). Capaian ini pun mencerminkan kokohnya fondasi ekonomi nasional.

Baca Juga:Harga Gula Anjlok, Danantara Siap Suntik Dana Rp1,5 Triliun Stabilkan HAP Petani Polisi Hentikan Proses Hukum Nany Widjaja Terkait Dugaan Kasus Penggelapan Jabatan

“Meskipun pada kuartal II tahun ini maupun di awal tahun ini mengalami tekanan berat, namun kita bisa melihat bahwa pasar modal Indonesia tetap mampu menunjukkan resiliensi dan kapasitas adaptasi yang baik,” kata Mahendra dikutip dari ANTARA, Senin (11/8).

Ia menyampaikan ini menjadi bukti bahwa infrastruktur pasar modal semakin tangguh dalam menghadapi gejolak eksternal dan komitmen bersama untuk jaga stabilitas dan kepastian sekalipun kondisi eksternal yang semakin tidak mudah.

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup menguat 6,41 persen secara year to date (YTD) hingga Jumat (8/8), dengan kapitalisasi pasar mencapai Rp13.555 triliun.

Kemudian, pada Senin pagi IHSG dibuka menguat 62,16 poin atau 0,83 persen ke posisi 7.595,55.

Sementara itu, pasar surat utang juga tumbuh positif, dengan Indonesia Composite Bond Index (ICBI) naik 7,42 persen ke posisi 421,81.

Aktivitas penghimpunan dana di pasar modal mencapai Rp144,78 triliun sepanjang 2025, dengan 16 emiten baru masuk ke lantai bursa. Saat ini, masih ada 13 perusahaan dalam pipeline penawaran umum, dengan nilai indikatif Rp16,65 triliun.

Selanjutnya, reputasi tata Kelola emiten Indonesia mendapat pengakuan internasioanl.

Dalam ajang ASEAN Corporate Governance Conference and Awards 2025 di Malaysia, Indonesia mencatat kenaikan skor rata-rata ASEAN Corporate Governance Scorecard (ACGS) sebesar 9 persen yang merupakan tertinggi di kawasan ASEAN.

Baca Juga:Mendag Genjot Ekspor UMKM Lewat E-Commerce dan Pasar ASEANPerluas Pasar Ekspor, Kadin Optimis Perdagangan Indonesia dengan Eropa-AS Capai 100 Miliar Dollar 

Empat emiten Indonesia masuk ke dalam Top 50 ASEAN, dua di antaranya berasal dari sektor perbankan dan menembus 10 besar.

Jumlah perusahaan Indonesia yang termasuk dalam kategori ASEAN Asset Class juga naik dari sembilan menjadi 23 perusahaan.

Menurut Mahendra, capaian itu mencerminkan hasil nyata dari berbagai inisiatif pembinaan dan pengawasan yang secara persisten dilakukan oleh OJK yang terus mendorong tata Kelola perusahaan yang transparan, akuntabel dan berkelanjutan sekaligus memperkuat posisi pasar modal Indonesia di tingkat Internasional.

0 Komentar