Luke Shaw Ungkap Ruang Ganti MU Pernah Toksik, Amorim Hadir Bawa Revolusi

Luke Shaw Ungkap Ruang Ganti MU Pernah Toksik, Amorim Hadir Bawa Revolusi
Tangan Besi Ruben Amorim menciptakan atmosfer tim yang jauh lebih solid, disiplin, dan ambisius di Manchester United-Tangkapan Layar Instagram@ruben,amorim.official-
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Bek kiri Manchester United, Luke Shaw, secara blak-blakan mengungkap kondisi ruang ganti Setan Merah yang menurutnya pernah berada dalam situasi sangat tidak sehat. Ia menyebut atmosfer klub dalam beberapa tahun terakhir kerap dipenuhi energi negatif.

Dalam wawancara bersama BBC baru-baru ini, Shaw mengatakan bahwa suasana di dalam tim sering kali jauh dari ideal.

“Selama beberapa tahun terakhir, suasana di sini sering kali sangat negatif. Lingkungannya bisa sangat toksik, sama sekali tidak sehat,” ungkapnya.

Baca Juga:BREAKING NEWS! Tom Lembong Dapat Abolisi, Hasto Kristiyanto Terima Amnesti Presiden!Tragis! Pria Asal Padalarang Ditemukan Tak Bernyawa di Kotabaru, Polisi Dalami Motifnya

Menurut Shaw, situasi semacam itu sangat memengaruhi performa para pemain di lapangan. Ia percaya bahwa pemain hanya bisa tampil maksimal jika berada dalam lingkungan yang mendukung secara emosional dan profesional.

“Kami membutuhkan lingkungan yang sehat, positif, penuh energi baik, dan kebahagiaan. Ketika Anda memiliki semua itu, Anda merasa bebas dan bisa lebih mengekspresikan diri di lapangan,” ujarnya lagi.

Shaw menilai kehadiran pelatih Ruben Amorim membawa harapan baru bagi Manchester United. Ia memuji pendekatan sang pelatih yang dinilainya tegas, lugas, dan tanpa kompromi terhadap pemain yang tidak menunjukkan komitmen penuh.

Amorim resmi menangani MU pada November 2024, menggantikan Erik ten Hag yang dipecat usai serangkaian hasil buruk. Dalam waktu singkat, Amorim langsung mengubah atmosfer ruang ganti yang sebelumnya dianggap bermasalah.

Langkah pertama Amorim adalah menyingkirkan sejumlah pemain bintang yang dianggap tidak memenuhi standar mentalitas dan komitmen.

Marcus Rashford dipinjamkan ke Barcelona, sementara Alejandro Garnacho dirumorkan akan hengkang ke Chelsea atau Aston Villa.

Tindakan itu, menurut Shaw, merupakan bagian penting dari “pembersihan besar-besaran” untuk mengembalikan identitas klub yang selama ini memudar. Ia mendukung penuh semua keputusan Amorim.

Baca Juga:SIMPLE.ID Resmi Diluncurkan: Satu Kartu untuk Semua Perpustakaan di JabarAtasi Banjir, Pemkab Bogor Ngebut Normalisasi Irigasi Sasak di Ciseeng

“Ruben menuntut banyak hal. Mentalitas adalah kunci. Dia sering membicarakannya dan menuntut 100 persen dari kami, tidak kurang dari itu,” jelas Shaw.

Ia juga menyampaikan bahwa pemain senior seperti dirinya punya peran penting dalam menjaga semangat tim dan mendorong pemain lain untuk tidak bermalas-malasan. “Kami harus saling mengingatkan. Tidak boleh ada yang santai,” tegasnya.

0 Komentar