Musim lalu menjadi titik nadir bagi Manchester United. Klub hanya finis di peringkat ke-15 Liga Inggris dan harus menelan kekalahan di final Liga Europa saat menghadapi Tottenham Hotspur.
Kondisi tersebut memicu evaluasi besar di seluruh lini, dari manajemen hingga pemain. Shaw menyebut bahwa hasil buruk itu adalah sinyal bahwa sudah waktunya melakukan pembenahan menyeluruh.
Meski mendukung perubahan, Shaw sadar bahwa posisinya sendiri kini tidak aman. Persaingan di posisi bek kiri semakin ketat dengan kehadiran talenta muda seperti Patrick Dorgu dan Diego Leon.
Baca Juga:BREAKING NEWS! Tom Lembong Dapat Abolisi, Hasto Kristiyanto Terima Amnesti Presiden!Tragis! Pria Asal Padalarang Ditemukan Tak Bernyawa di Kotabaru, Polisi Dalami Motifnya
Selain itu, Diogo Dalot juga tampil konsisten dan menjadi starter reguler dalam skema 3-4-2-1 yang diandalkan Amorim sejak awal masa kepelatihannya di Old Trafford.
Meski demikian, Amorim tidak mengesampingkan peran Shaw. Ia menyebut sang bek sebagai “pemain kelas dunia” yang tetap memiliki peluang besar jika terus menunjukkan performa terbaik.
“Luke adalah pemain hebat, tapi dia harus bersaing untuk mendapatkan tempat di starting line-up musim depan,” ujar Amorim menegaskan.
Dengan dukungan dari pemain senior seperti Shaw dan sistem kerja keras yang diterapkan Ruben Amorim, Manchester United kini tengah membangun kembali pondasi untuk bangkit di musim 2025/2026.
