JABAR EKSPRES – Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi meluncurkan serangkaian kebijakan baru yang mengguncang dunia pendidikan di wilayahnya.
Salah satu poin yang menjadi sorotan publik ialah larangan study tour ke luar daerah serta kebijakan menitipkan anak-anak bermasalah kepada tentara.
Kebijakan ini termuat dalam Surat Edaran Nomor 43/PK.03.04/Kesra tentang 9 Langkah Pembangunan Pendidikan Jawa Barat Menuju Terwujudnya Gapura Panca Waluya, yang diteken pada 2 Mei 2025 dan ditujukan kepada bupati/wali kota se-Jawa Barat, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Barat, serta Kepala Kanwil Kemenag Jabar.
Baca Juga:Tindak Lanjut Instruksi Gubernur Jabar, Disdik Cimahi Tegaskan Larangan Bawa Gawai di SekolahTinjau Situgede, Dedie Rachim Apresiasi Seorang Pemuda atas Aksinya dalam Menjaga Lingkungan
Dasar surat ini mengacu pada sejumlah regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, Peraturan Presiden Nomor 87 Tahun 2017 tentang Penguatan Pendidikan Karakter, hingga Perpres Nomor 83 Tahun 2024 tentang Badan Gizi Nasional.
Juga terdapat nota kesepahaman antara Pemprov Jabar dan TNI AD tentang sinergi dalam pembangunan daerah.
Di Kota Cimahi sendiri, larangan study tour sudah lebih dahulu diterapkan sejak tahun sebelumnya.
Sebagai gantinya, Dinas Pendidikan Kota Cimahi mendorong sekolah-sekolah untuk melaksanakan walking tour, program edukatif yang mengajak siswa mengenal lokasi-lokasi bersejarah di kota mereka sendiri.
“Itu berkaitan aktivitas di sekolah,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna kepada Jabar Ekspres, Rabu, 30 Juli 2025.
Menurut Nana, selama ini tidak ada penolakan dari siswa terhadap kebijakan ini. Namun, beberapa sekolah swasta sempat mengalami kendala karena sebelumnya sudah menyusun agenda tahunan yang memuat kegiatan study tour.
“Tahun kemarin kan, mungkin masih adanya. Sekarang kan, sudah kita ada edaran dari Pak Gubernur juga, bahwa itu ada larangan berkaitan studi tour. Sehingga Pak Wali dan kami jadi rupanya menirukan hal tersebut, supaya sekolah mengikuti aturan,” ujarnya.
Baca Juga:Pemkot Bogor Berikan Izin Resmi untuk Tampil di Ruang Publik, Ini Respon Musisi Jalanan!Pemkot Cimahi Soroti Ketegasan Aturan Lalu Lintas Imbas Portal Pembatas Jembatan Roboh Usai Ditabrak TrukÂ
Walking tour yang dimaksud dilakukan di tempat-tempat wisata edukatif di Kota Cimahi. Nana menyebut, pendekatan ini bukan sekadar solusi murah, tapi juga sarat nilai sejarah dan kedekatan emosional dengan kota sendiri.
“Di Cimahi itu banyak bangunan-bangunan yang bersejarah, sehingga mereka semakin kenal, semakin cinta terhadap Kota Cimahi,” ujarnya menekankan.
