JABAR EKSPRES – Larangan membawa handphone (HP) dan sepeda motor ke sekolah bagi siswa SD dan SMP resmi diberlakukan di Jawa Barat. Kebijakan ini ditegaskan langsung oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, usai upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional.
Alasannya sederhana tapi krusial, membangun karakter anak dan melindungi mereka dari pengaruh buruk media digital serta potensi bahaya lalu lintas.
Pemerintah Kota Cimahi menyambut kebijakan ini dengan respons cepat. Kepala Dinas Pendidikan Kota Cimahi, Nana Suyatna, memastikan bahwa pihaknya akan patuh dan menjalankan larangan ini di semua satuan pendidikan yang menjadi kewenangan mereka.
Baca Juga:Tinjau Situgede, Dedie Rachim Apresiasi Seorang Pemuda atas Aksinya dalam Menjaga LingkunganPemkot Bogor Berikan Izin Resmi untuk Tampil di Ruang Publik, Ini Respon Musisi Jalanan!
“Untuk penggunaan HP, kami sudah membuat surat ke satuan pendidikan. Sesuai kewenangan Dinas Pendidikan Kota Cimahi, siswa dilarang membawa HP atau gadget ke sekolah, sehingga di sekolah tidak ada lagi anak-anak yang membawa HP,” ujar Nana pada Jabar Ekspres usai menghadiri peringatan Hari Anak Nasional dan Hari Keluarga Nasional di Techno Park Cimahi, Selasa (29/7/2025).
Nana menambahkan, kolaborasi antara sekolah dan orang tua menjadi kunci dalam implementasi kebijakan ini. Ia menyebutkan, pihak sekolah harus aktif menyampaikan program dan aktivitas pembelajaran kepada orang tua agar terbangun kesadaran bersama mengenai pentingnya pengawasan terhadap anak.
“Misalkan bicara tentang pembelajaran, kegiatan, bahkan berkaitan dengan perilaku juga disampaikan kepada orang tua. Supaya pendidikan itu tidak bisa berhasil hanya oleh satuan pendidikan atau guru, tetapi perlu kolaborasi dan kerja sama dengan orang tua dan stakeholder lainnya, sehingga penyelenggaraan pendidikan di Cimahi bisa berjalan dengan baik,” lanjutnya.
Meski demikian, Nana membuka kemungkinan penggunaan gawai di sekolah bila memang diperlukan sebagai alat bantu pembelajaran. Namun, itu pun dengan syarat ketat.
“Ya, siswa dilarang membawa handphone ke sekolah, dan itu sudah kita sebutkan dalam edaran. Sesuai dengan kewenangan, kita sudah melarang untuk TK PAUD, SD, dan SMP. Kecuali kalau memang sangat butuh sekali dan tidak ada alternatif lain, maka kita kasih kelonggaran, tapi tetap harus ada pengawasan,” jelas Nana.
Ia menekankan, kajian mengenai penggunaan HP oleh anak menunjukkan lebih banyak dampak negatif ketimbang positifnya. Oleh sebab itu, sekolah disarankan memanfaatkan fasilitas seperti komputer yang tersedia di lingkungan sekolah.
