JABAR EKSPRES – Insiden rusaknya portal pembatas tinggi kendaraan di Jembatan Pemkot Cimahi menyoroti persoalan serius terkait kepatuhan pengemudi terhadap rambu lalu lintas, serta lemahnya pengawasan terhadap akses infrastruktur yang tengah dalam masa asesmen.
Portal pembatas setinggi dua meter lebih yang berdiri di Jalan Rd. Demang Hardjakusumah, tepatnya di atas Jembatan Pemkot Cimahi, roboh setelah ditabrak oleh sebuah truk box. Truk tersebut tetap memaksa melintasi area yang jelas-jelas memiliki batasan tinggi maksimal.
“Betul portalnya rusak kemarin siang karena ada truk box yang memaksa lewat padahal ketinggiannya enggak muat. Tiangnya yang sebelah sampai tumbang,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas pada Dinas Perhubungan Kota Cimahi, Muhammad Nur Effendi saat dihubungi, Selasa (29/7/2025).
Baca Juga:Dijadikan Gudang Penyimpanan, Polisi Temukan 1,2 Juta Obat Keras Terlarang di Cibaduyut Tak Cuma Perempuan, Anak Lelaki Juga Jadi Target Kekerasan! Ini Langkah Taktis Pemkot Cimahi
Nur Effendi menjelaskan bahwa berdasarkan keterangan dari petugas keamanan, truk datang dari arah pertigaan Jalan Jati menuju kawasan Ciawitali dan memilih rute yang melintasi Jembatan Pemkot Cimahi.
Padahal, jalur itu dilengkapi pembatas tinggi untuk membatasi kendaraan bertonase besar atau bertinggi lebih.
Alih-alih mundur setelah menyadari tidak muat, sopir truk box justru nekat terus melaju. Akibatnya, tiang portal pembatas di jalur kiri roboh terseret badan kendaraan. Truk baru bisa dihentikan setelah terhalang portal pembatas lainnya di sisi seberang jembatan.
“Jadi pas kejadian itu suaranya sampai ke kantor Pak Wali sama Pa Wakil. Bagian tiang lajur kiri sampai tumbang ke tarik truk. Truknya sempet dimintai keterangan kemarin,” lanjut Nur Effendi.
Sebagai langkah pencegahan, ia menyarankan agar portal pembatas tersebut digembok, bukan dibiarkan terbuka. Tujuannya agar hanya kendaraan tertentu seperti pemadam kebakaran yang memang memiliki urgensi bisa diberi akses melalui pembukaan kunci.
“Digembok saja, jadi kalau ada kendaraan prioritas dan darurat seperti pemadam kebakaran bisa dibuka. Kalau dibuat permanen, nanti takutnya mobil pemadam kebakaran lewat susah,” tegasnya.
Keberadaan portal pembatas itu sendiri bukan tanpa alasan. Jembatan Pemkot Cimahi kini tengah dalam masa asesmen oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) menyusul insiden amblasnya bagian plat injak beberapa waktu lalu.
