Imbas Larangan Gawai, Begini Cara Siswa di Cimahi Adaptasi di Sekolah!

Lebih Sering ke Perpustakaan, Begini Cara Siswa Cimahi Adaptasi tanpa Gawai
Situasi Siswa Siswi SMPN 8 Cimahi saat Belajar tanpa Mengunakan Gawai/Friman Satria/Jabar Ekspres/
0 Komentar

Ariffta mengaku kini lebih sering membaca buku. Menurutnya, teman-temannya juga jadi lebih sering berkumpul di perpustakaan.

“Jadi teman-teman juga kebanyakan jadi ngumpulnya di perpustakaan, lebih sering ya,” tambahnya.

Tidak semua siswa dapat menerima aturan ini dengan mudah. Jagad Rasa (15), misalnya, mengaku sempat terkejut saat mengetahui larangan membawa gawai mulai diterapkan di sekolahnya.

Baca Juga:Kembalikan Duit Negara Rp3 Miliar, Tersangka Korupsi Karavan Covid-19 Tak Lolos Jerat HukumGugatan Melawan Jawa Pos, Nany Widjaja dan Dahlan Iskan Perkuat Posisi di Sidang

“Kalau awal-awal sih sepertinya mungkin ada beberapa pelajaran yang butuh research dari HP agak lebih sulit gitu ya mungkin,” katanya.

Meski begitu, ia mengakui bahwa suasana kelas jadi lebih tenang sejak gawai dilarang.

“Yang tadi lebih banyak per-power sama jadi nggak terlalu ribut kelasnya. Maksudnya kalau main online, yang online lebih ribut gitu,” ujar Jagad.

Terkait fokus belajar, ia merasa tidak terlalu terpengaruh dengan pelarangan gawai. Namun ia mencatat, sebelumnya ada beberapa pelajaran yang mengharuskan siswa membawa gawai.

“Apakah lebih fokus? Kalau untuk saya sih mungkin masih tidak terlalu ada pengaruhnya, kurang tahu untuk pendapat yang lain. Dan paling di beberapa pelajaran aja yang biasanya diperintahkan untuk membawa HP, jadi karena sekarang nggak boleh,” ucapnya.

Sebagai alternatif, ia dan teman-temannya mulai menggunakan komputer di rumah atau mengunjungi perpustakaan.

“Jadi lebih fokus kepada pendukung pembelajarannya yang ada di sekolah, lebih konsepsional gitu,” tandasnya.

Baca Juga:PT BDS Dituding Tipu Pengusaha, Vendor Tuntut Penegakan Hukum TegasDituding Tunggak Gaji Dokter Miliaran, Ini Kata Manajemen RSIA Kartini Padalarang

Humas SMPN 8 Cimahi, Ayi Hidayat, menegaskan pihak sekolah sepenuhnya mendukung kebijakan yang dikeluarkan oleh Dinas Pendidikan.

“Kita memihak sekolah ikuti kebijakan dinasnya. Jadi apapun yang misalkan untuk melarang HP dari dinas edaran anak tidak boleh bawa HP, ya kita ikuti,” ucap Ayi.

Ia menambahkan, kebijakan tersebut sudah berjalan selama beberapa bulan terakhir. Untuk menunjang proses belajar, sekolah telah menyiapkan empat laboratorium komputer.

“Apabila ada guru yang akan menggunakan untuk pengganti HP itu, jadi guru dipersilakan untuk ke lab komputer dan mencari materi-materi yang diperlukan,” terangnya.

Pihak sekolah juga menyiapkan buku-buku penunjang sebagai bagian dari solusi pembelajaran yang lebih manual.

“Nah makanya solusinya di antaranya itu, guru diperbolehkan untuk menggunakan lab komputer ketika ada pembelajaran yang sifatnya harus mencari, harus siswa yang menggali dari internet,” tutup Ayi. (Mong)

0 Komentar