JABAR EKSPRES – Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Bogor mencatat sebanyak 29 dari total 79 halte BisKita Trans Pakuan telah menjalani perawatan sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026.
Sebelumnya, Kepala Dishub Kota Bogor Sujatmiko Baliarto sempat menyampaikan bahwa baru delapan halte yang telah dilakukan perawatan.
Namun, Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Dishub Kota Bogor, Rudy Partawijaya menjelaskan berdasarkan data rekapitulasi, jumlah halte yang telah menjalani perawatan mencapai 29 unit.
Baca Juga:79 Halte BisKita di Kota Bogor Jadi Sasaran Vandalisme, Dishub Baru Rawat 8 HalteHalte BisKita Bogor Dipenuhi Vandalisme dan Kerusakan, Jenal Usulkan Pemasangan CCTV
Ia menjelaskan dari total 79 halte BisKita Trans Pakuan, sebanyak tujuh halte merupakan halte khusus melayani Koridor 3 (K3) dan Koridor 4 (K4) yang hingga kini belum beroperasi. Sementara itu, 72 halte lainnya merupakan halte aktif yang melayani Koridor 1 (K1), Koridor 2 (K2), Koridor 5 (K5), dan Koridor 6 (K6).
Karena itu, perawatan saat ini diprioritaskan pada 72 halte yang telah beroperasi.
Dari jumlah tersebut sebanyak 29 halte telah selesai dilakukan perawatan, sehingga tersisa 43 halte yang akan menjalani perawatan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah disusun hingga September 2026 mendatang.
“Setiap halte kondisinya kan beda, jadi yang kerusakannya lebih parah atau lebih mendesak itu yang kami prioritaskan dahulu (untuk dilakukan perawatan),” kata Rudy saat dihubungi pada Jumat (17/7/2026).
“Koridor yang sudah aktif juga jadi prioritas dulu. Kayak tujuh halte itu kan untuk trayek K3 dan K4, tapi itu kan masih belum beroperasi trayeknya dan baru direncanakan aktif tahun 2027. Jadi halte untuk K3 K4 itu perawatan dan penyempurnaan fasilitasnya dilakukan kalau sudah aktif nanti,” imbuhnya.
Adapun perawatan yang dilakukan pada halte meliputi pembersihan coretan vandalisme, penggantian fasilitas halte yang rusak seperti bangku tunggu penumpang dan lampu, hingga pengecatan ulang pada bagian halte yang mulai kusam.
Sementara itu, kerusakan halte BisKita Trans Pakuan masih didominasi aksi vandalisme berupa coretan pada dinding halte maupun papan rute. Selain itu, sejumlah fasilitas halte juga kerap alami kerusakan hingga hilang.
Baca Juga:Wacana Tarif BisKita K1 K2 Naik Jadi Rp7.000, Pengguna Pertimbangkan Bawa Motor Sendiri hingga Jalan Kaki Sopir Angkot Trayek 21 Keluhkan Bus Stop Biskita Trayek K2: Penumpang Habis, Pendapatan Tinggal Separuh
“Kebanyakan memang kerusakannya akibat vandalisme, corat-coret. Kadang setelah kami perbaiki, lampunya malah hilang lagi. Ada juga bagian halte yang dibuka atau diambil (dicuri), katanya.
