10 Alasan Banyak Masyarakat Miskin Terjebak Pinjol hingga Galbay

Banyak Masyarakat Miskin Terjebak Pinjol
Banyak Masyarakat Miskin Terjebak Pinjol
0 Komentar

Pinjaman online ilegal (pinjol ilegal) secara sadar menargetkan masyarakat dari lapisan ekonomi terbawah. Mereka tahu bahwa kelompok ini memiliki tingkat literasi keuangan yang rendah, sangat membutuhkan uang dalam waktu cepat, dan paling kecil kemungkinannya untuk melawan jika diserang secara psikologis maupun hukum. Ini bukanlah bisnis kemanusiaan, ini adalah bisnis yang dibangun atas dasar tekanan dan eksploitasi.

Peminjam yang gagal bayar justru menjadi target utama mereka. Jika seseorang mampu melunasi pinjamannya dengan cepat, itu dianggap bukan konsumen ideal. Justru mereka yang kesulitan membayar dianggap sebagai “pasar” paling menguntungkan, karena dari sanalah berbagai denda, bunga, penalti, dan biaya tambahan bisa dikenakan.

Bahkan jika peminjam tetap membayar tetapi terlambat meskipun hanya satu atau dua hari, sistem akan tetap mencatatnya sebagai gagal bayar. Akibatnya, peminjam tetap dikejar melalui telepon berulang kali, diteror melalui pesan WhatsApp, hingga data pribadi mereka disebarkan ke kontak-kontak di ponsel. Semua ini mencerminkan bahwa sistem ini tidak dirancang untuk menyelesaikan masalah keuangan masyarakat, melainkan menciptakan masalah baru yang lebih parah.

Baca Juga:Review Infinix Zero 50 5G, Smartphone Terbaik Infinix 2025, Performa Flagship Harga MenengahAdmediaJob hingga AMV, Pola Penipuan Aplikasi Penghasil Uang yang Berulang

Bayangkan seseorang yang awalnya hanya membutuhkan Rp500.000 untuk membayar kontrakan atau membeli susu anak, akhirnya terjebak dalam utang berjuta-juta rupiah. Ketika gagal bayar terjadi, yang hancur bukan hanya kondisi keuangannya, tetapi juga kesehatan mental, hubungan sosial, dan reputasi pribadinya.

Dan yang lebih memilukan, semua ini bukanlah kecelakaan sistem. Ini adalah desain yang disengaja, sistem yang dibentuk untuk menciptakan ketergantungan dan penderitaan.

2. Sistem yang Bertahan dari Gagal Bayar

Pinjol ilegal tidak tumbuh karena ingin membantu masyarakat keluar dari kesulitan. Mereka bertahan justru karena adanya orang-orang yang gagal bayar. Selama masih ada orang yang terjebak, sistem ini akan terus hidup. Dan selama sistem ini hidup, akan selalu ada korban baru yang dijadikan target berikutnya.

Yang miskin dijadikan pasar. Yang terdesak dikunci. Yang butuh dijebak. Ironisnya, negara pun cenderung lamban dalam merespons. Banyak pinjol ilegal masih beroperasi bebas, bahkan beberapa pinjol legal pun bermain di wilayah abu-abu. Di tengah semua itu, masyarakat miskin tetap menjadi pihak yang paling dirugikan.

0 Komentar