JABAR EKSPRES – Sebelum membeli mobil baru, mempertimbangkan harga jual kembali adalah kebiasaan umum bagi sebagian besar masyarakat Indonesia. Hampir semua orang memikirkan hal ini terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk membeli mobil. Mengingat harga mobil yang cukup mahal di Indonesia, wajar apabila banyak orang memikirkan nilai jual kembalinya.
Menariknya, banyak orang terlalu fokus pada harga jual kembali hingga melupakan satu hal yang tak kalah penting, yaitu kemudahan dalam menjual mobil tersebut. Oleh karena itu, kali ini kita akan membahas beberapa mobil yang tergolong sulit untuk dijual kembali, khususnya dalam konteks transaksi antara sesama pengguna (user-to-user), bukan melalui dealer.
Jika dijual ke dealer, mobil memang biasanya akan cepat laku, namun harganya cenderung jauh lebih rendah karena dealer perlu mengambil keuntungan dan umumnya hanya bertindak sebagai perantara jual beli. Jika ingin proses cepat, menjual ke dealer bisa menjadi pilihan, tetapi jika menginginkan harga jual yang lebih stabil, menjual langsung ke pengguna lain adalah opsi yang lebih baik, meski butuh kesabaran.
Baca Juga:Review Infinix Zero 50 5G, Smartphone Terbaik Infinix 2025, Performa Flagship Harga MenengahAdmediaJob hingga AMV, Pola Penipuan Aplikasi Penghasil Uang yang Berulang
7 Mobil Baru yang Sulit Dijual Kembali
Berikut adalah daftar 7 mobil baru yang tergolong sulit untuk dijual kembali karena harganya yang akan anjlok.
1. Nissan Grand Livina
Hal ini berlaku untuk semua generasi Grand Livina, baik versi L10, L11, maupun L12 (Le Funder). Mobil ini dikenal cukup sulit dijual kembali karena minimnya minat dari pasar untuk merawat mobil ini. Beberapa anggapan yang beredar menyebutkan bahwa Grand Livina mudah terbakar, cepat rusak, memiliki performa mesin yang lemah, serta suku cadangnya mahal. Meskipun belum tentu semuanya benar, reputasi seperti ini cukup memengaruhi persepsi calon pembeli.
Sebenarnya, mobil ini tidak rusak secara teknis, hanya saja usianya memang sudah cukup tua, terutama versi L10 yang sudah membutuhkan banyak peremajaan. Begitu pula dengan versi L11 yang terakhir diproduksi pada tahun 2018, sehingga kini sudah berusia sekitar tujuh tahun dan tentu saja mulai menua.
Satu kendala lain adalah harga suku cadang orisinal Nissan yang relatif mahal. Namun, kabar baiknya adalah suku cadang aftermarket Grand Livina cukup banyak tersedia di berbagai platform marketplace, sehingga perawatan sebenarnya masih bisa dilakukan dengan mudah, terutama jika pemiliknya memiliki pengetahuan dasar otomotif dan tidak terlalu bergantung pada bengkel.
