Mobil ini memiliki dua kelemahan utama. Pertama, daya tahan beberapa komponen dinilai kurang awet. Kedua, harga suku cadangnya cukup mahal. Kedua faktor ini membuat calon pembeli mobil bekas cenderung ragu untuk memiliki Mazda2. Akibatnya, permintaan di pasar mobil bekas menjadi rendah, yang berdampak pada sulitnya proses penjualan.
Tak hanya itu, harga jual bekas Mazda2 juga mengalami depresiasi yang cukup tajam. Oleh karena itu, bagi Anda yang sudah memiliki Mazda2, sebaiknya mobil ini digunakan saja sampai maksimal, daripada harus menghadapi drama dan kerugian dalam proses jual-beli di pasar mobil bekas.
6. Toyota Yaris “Lele”
Toyota Yaris generasi kedua, yang sering dijuluki “Yaris Lele” karena desain bagian depannya yang menyerupai ikan lele, merupakan mobil yang cukup kontroversial. Ketika pertama kali dirilis, mobil ini sempat membuat publik terkejut karena berubah drastis dari kesan mobil anak muda menjadi lebih ke arah mobil keluarga atau bahkan terkesan seperti mobil “bapak-bapak”.
Baca Juga:Review Infinix Zero 50 5G, Smartphone Terbaik Infinix 2025, Performa Flagship Harga MenengahAdmediaJob hingga AMV, Pola Penipuan Aplikasi Penghasil Uang yang Berulang
Dari sisi performa, tenaga yang dihasilkan tergolong biasa saja, tidak ada yang terlalu menonjol. Salah satu keluhan terbesar pengguna adalah radius putar yang sangat lebar, sehingga menyulitkan saat harus berputar arah di jalan dua lajur, sering kali harus dilakukan dua atau bahkan tiga kali manuver.
Namun, yang paling disayangkan adalah desainnya yang kurang mewakili identitas khas dari lini Yaris sebelumnya. Hal ini membuat minat terhadap model ini cukup rendah di pasar mobil bekas. Maka tidak heran, harga jual Yaris Lele saat ini sudah tergolong murah. Penjual biasanya harus menurunkan harga secara bertahap agar mobil ini bisa cepat terjual, dan itulah yang membuat proses penjualannya menjadi cukup sulit.
7. Toyota Innova (Bensin & Manual)
Toyota Innova dikenal sebagai salah satu mobil keluarga paling populer di Indonesia. Namun, varian mesin bensin dengan transmisi manual, baik dari generasi awal hingga terakhir, ternyata cukup sulit dijual kembali. Salah satu alasan utamanya adalah konsumsi bahan bakar yang cukup boros. Mesin bensin pada Innova dinilai tidak sebanding dengan bobot mobil, sehingga performa terkesan kurang bertenaga dan konsumsi BBM tidak efisien.
