Sayangnya, jaringan bengkel resmi Nissan kini sangat terbatas di Indonesia, yang membuat calon pembeli ragu untuk memilih mobil ini. Akibatnya, permintaan terhadap Grand Livina menjadi rendah, dan hal ini berpengaruh langsung pada tingkat kesulitannya saat dijual kembali.
2. Honda Freed
Dari segi kualitas bangunan (build quality), Honda Freed tergolong baik. Interiornya terasa cukup premium dan fitur-fiturnya juga menarik. Namun, ukuran kabin, terutama di baris ketiga, terasa sempit bagi orang dewasa. Selain itu, biaya servis serta harga suku cadang asli Honda cenderung lebih mahal dibandingkan kompetitor di segmen MPV.
Honda Freed sendiri sudah tidak diproduksi lagi sejak tahun 2015, yang berarti usianya kini sudah lebih dari 10 tahun. Dengan kondisi tersebut, mobil ini tentu memerlukan peremajaan. Dan sekali lagi, harga suku cadang menjadi tantangan tersendiri.
Baca Juga:Review Infinix Zero 50 5G, Smartphone Terbaik Infinix 2025, Performa Flagship Harga MenengahAdmediaJob hingga AMV, Pola Penipuan Aplikasi Penghasil Uang yang Berulang
Di pasar mobil bekas, Honda Freed bukanlah pilihan utama bagi konsumen dengan anggaran sekitar Rp100 jutaan. Meski desainnya menarik, terkesan khas Jepang atau JDM, namun desain tersebut cukup segmented, alias tidak cocok untuk semua kalangan atau kebutuhan sehari-hari.
Karena alasan-alasan tersebut, jika Anda memiliki Honda Freed dan ingin menjualnya dengan harga pasar yang wajar, Anda perlu bersabar karena proses penjualannya cenderung memakan waktu lebih lama dibandingkan model MPV lainnya.
3. Ford Fiesta
Ford Fiesta merupakan salah satu mobil hatchback paling nyaman di kelasnya. Untuk generasi MK6, tampilannya sudah cukup menarik, dan pada MK6.5 desain wajah depannya bahkan menyerupai Aston Martin.
Dari segi fitur, mobil ini juga sangat lengkap dan terkesan mewah. Salah satu fitur canggih yang dimilikinya adalah sensor wiper otomatis. Selain itu, kekedapan kabin Ford Fiesta sangat baik, jauh mengungguli Honda Jazz maupun Toyota Yaris dari generasi mana pun. Dari sisi sistem audio pun, Ford Fiesta dinilai sebagai salah satu yang terbaik di kelasnya.
Namun, meskipun unggul dalam kenyamanan dan fitur, Ford Fiesta memiliki beberapa kelemahan serius. Masalah utama terletak pada sistem transmisi otomatisnya yang menggunakan teknologi dual clutch.
Transmisi ini kerap mengalami masalah, terutama ketika digunakan di kondisi lalu lintas macet, sering kali terasa tidak responsif atau bahkan mengalami kerusakan. Selain itu, mobil ini juga dikenal rawan mengalami overheat, sehingga kurang cocok digunakan untuk perjalanan jauh, terutama yang melalui tanjakan atau kemacetan berat di dalam kota.
