JABAR EKSPRES – Kali ini kami akan membahas topik yang sering ditanyakan dari para pengguna kendaraan bermotor, yaitu aki basah vs aki kering. Perlu diketahui terlebih dahulu bahwa aki kering yang dimaksud di sini sebenarnya adalah aki maintenance free atau aki bebas perawatan. Namun, dalam masyarakat, aki jenis ini lebih dikenal dengan sebutan “aki kering”. Untuk memudahkan, kami pun akan menyebutnya sebagai “aki kering” dalam pembahasan kali ini.
Berdasarkan pengalaman pribadi kami, jika kapasitas ampere-hour (Ah)-nya sama, maka umur atau daya tahan antara aki basah dan aki kering relatif sama. Tidak ada perbedaan signifikan yang membuat salah satunya jauh lebih awet dari yang lain.
Misalnya, bila sebuah aki basah bisa bertahan selama 4 tahun di mobil A, lalu di mobil B hanya bertahan 2 tahun, maka perbedaan tersebut biasanya bukan karena jenis akinya, tetapi lebih karena faktor eksternal, seperti kondisi kendaraan, kebiasaan berkendara, hingga sistem pengisian daya dari alternator.
Baca Juga:Review Infinix Zero 50 5G, Smartphone Terbaik Infinix 2025, Performa Flagship Harga MenengahAdmediaJob hingga AMV, Pola Penipuan Aplikasi Penghasil Uang yang Berulang
Namun, apabila kedua jenis aki tersebut dipasang di mobil yang sama, sebut saja Toyota Avanza (yang memang kami gunakan cukup lama), dan keduanya memiliki kapasitas serta merek yang sama, maka umurnya pun hampir sama.
Aki basah perlu dirawat dengan baik (misalnya, rutin mengecek dan menambah air aki). Jika aki basah tidak dirawat, tentu usia pakainya akan lebih pendek dibandingkan aki kering. Sedangkan aki kering umumnya lebih mahal dibandingkan aki basah dengan merek dan kapasitas yang sama. Dengan dana sekitar Rp900.000 – Rp930.000, Anda kemungkinan hanya akan mendapatkan aki kering berkapasitas 35 Ah.
Ulasan Tentang Aki Basah
Dengan dana yang sama (Rp900.000), Anda bisa mendapatkan aki basah dari GS Astra dengan kapasitas lebih besar, yaitu 45 Ah, bahkan masih ada kembalian. Aki kering menawarkan kemudahan karena bebas perawatan, tetapi dengan harga lebih tinggi.
Aki basah lebih murah dan bisa memiliki kapasitas lebih besar dengan nominal uang yang sama, asalkan dirawat dengan baik, usia pakainya bisa menyamai aki kering.
