JABAR EKSPRES – Provinsi Jawa Barat tawarkan potensi tenaga kerja produktif untuk kolaborasi dengan Malaysia. Hal itu untuk mempererat kerja sama kedua belah pihak pemerintah.
Gagasan itu disampaikan Wakil Gubernur Jawa Barat Erwan Setiawan dalam sesi Selangor International Business Summit (SIBS) yang digelar di Bandung, Kamis (9/7). Erwan menuturkan, event semacam itu jadi ajang positif meningkatkan hubungan.
Kerja sama bisa diperkuat di berbagai sektor. Jawa Barat bisa menggali potensi kerja sama yang ada di Selangor ataupun Malaysia. Demikian juga sebaliknya, potensi kuat Jawa Barat bisa dijajaki. “Kami tegaskan bahwa Jawa Barat ramah investasi,” cetusnya.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Gelar Razia, Pelanggar Disanksi Mengaji dan Diberi Nasihat tentang NyawaPKB Pertanyakan Anjloknya PAD BUMD Tasikmalaya, Kinerja PT Abhyakta dan Bank CIJ Jadi Sorotan
Erwan menguraikan, keramahan Jawa Barat terhadap investasi terlihat dari berbagai pihak, seperti terlihat dari realisasi investasi Jawa Barat yang selalu di puncak.
“Malaysia ini termasuk investor yang tinggi. Sepanjang 5 tahun terakhir misalnya, tembus Rp 47 triliun,” ungkapnya.
Erwan melanjutkan, Malaysia juga cukup positif menjadi angin segar sektor pariwisata bagi Jawa Barat. Terlihat dari data kunjungan wisman asal Malaysia itu tembus 12,5 persen.
“Belum lagi, Malaysia juga jadi tujuan ekspor positif Jawa Barat. Nilainya Surplus US$ 1,1 miliar,” katanya.
Erwan menuturkan, beberapa data itu menunjukkan kuatnya hubungan antara Jawa Barat dengan Malaysia. Ia ingin jalinan kerja sama itu terus dipertahankan dan ditingkatkan.
Jawa Barat sendiri memiliki beberapa potensi yang patut untuk dikerjasamakan. Misalnya dengan populasi penduduk yang tembus 51 juta jiwa. “Ini mayoritas usia produktif. Jadi potensi besar tenaga kerja produktif,” terangnya.
Data BPS mencatat, populasi penduduk Jawa Barat tembus 51,1 juta jiwa. Mayoritas juga usia produktif, misalnya usia 15-19 itu ada di 3,9 juta. Usia 20-24 ada 3,9 juta, usia 25-29 ada 4,0 juta. Lalu usia 30-34 ada 4,0 juta, usia 35-39 ada 3,9 juta, kemudian usia 40-44 ada 3,7 juta.
Baca Juga:DPRD Dorong Pemkab Tasikmalaya Bentuk Dinas Kominfo Mandiri, Dinilai Krusial Hadapi Era DigitalPotensi PGE Karaha Belum Maksimal, Wabup Tasikmalaya Minta Dukungan KDM Kejar Target 30 MW
Menurut Erwan, Jawa Barat juga didukung beberapa infrastruktur strategis yang mendukung iklim investasi., seperti Pelabuhan Patimban, Bandara Internasional Jawa Barat, hingga akses Tol yang menggunakan beberapa daerah. “Pemprov dukung iklim investasi yang kondusif,” katanya.
Selain itu, beberapa kebijakan juga bakal diarahkan untuk mendukung iklim investasi, misalnya dengan program pembangunan infrastruktur strategis. “Kami juga dorong kantor pusat (industri) bisa ada di wilayah Jabar. Kami akan siapkan tenaga kerja yang kompeten,” tukasnya. (son)
