JABAR EKSPRES – Harga daging ayam di sejumlah pasar tradisional di Kota Bandung mengalami penurunan dalam beberapa waktu terakhir. Saat ini, harga daging ayam berada di kisaran Rp35.000 per kilogram, lebih rendah dibandingkan harga sebelumnya yang sempat menyentuh Rp37.000 hingga Rp38.000 per kilogram.
Meski mengalami penurunan harga, kondisi tersebut belum mampu mendorong peningkatan jumlah pembeli. Pedagang justru mengaku aktivitas jual beli masih relatif sepi dibandingkan hari-hari biasanya.
Salah seorang pedagang daging ayam di Kota Bandung, Shopian, mengatakan penurunan harga terjadi secara bertahap dalam beberapa waktu terakhir. Menurutnya, harga saat ini sudah berada pada kisaran yang normal dan cukup terjangkau bagi masyarakat.
Baca Juga:Polres Tasikmalaya Gelar Razia, Pelanggar Disanksi Mengaji dan Diberi Nasihat tentang NyawaPKB Pertanyakan Anjloknya PAD BUMD Tasikmalaya, Kinerja PT Abhyakta dan Bank CIJ Jadi Sorotan
“Sekarang harga daging ayam lagi turun, sekitar Rp35.000 per kilogram. Sebelumnya sempat di Rp37.000 sampai Rp38.000 per kilogram,” ujar Shopian saat ditemui di lapaknya, Kamis (9/7)
Ia menuturkan, meskipun harga mengalami penurunan, kondisi pasar belum menunjukkan peningkatan aktivitas pembelian. Salah satu penyebabnya adalah masyarakat saat ini lebih memprioritaskan pengeluaran untuk kebutuhan sekolah, seperti pembelian seragam dan perlengkapan belajar menjelang dimulainya tahun ajaran baru.
“Sekarang pembelinya agak sepi. Soalnya masyarakat lagi banyak yang fokus beli kebutuhan sekolah, jadi penjualan belum meningkat. Bahkan bisa dibilang agak berkurang dibandingkan biasanya,” katanya.
Di sisi lain, Shopian memastikan ketersediaan stok daging ayam masih dalam kondisi aman. Ia juga menyebut kualitas daging yang dijual tetap terjaga sehingga masyarakat tidak perlu khawatir terhadap pasokan maupun mutu produk yang tersedia di pasar.
Menurutnya, harga Rp35.000 per kilogram merupakan harga yang cukup ideal karena masih dapat dijangkau oleh konsumen, sekaligus memberikan keuntungan yang wajar bagi pedagang. Ia berharap harga tidak kembali melonjak dalam waktu dekat agar daya beli masyarakat tetap terjaga.
“Harapan saya, pemerintah bisa menjaga harga tetap normal, jangan sampai terlalu mahal karena kasihan pembeli juga. Kalau menurut saya, harga Rp35.000 per kilogram ini sudah pas. Tidak terlalu mahal dan tidak terlalu murah, jadi masih terjangkau,” ungkapnya.
Para pedagang berharap kondisi pasar akan kembali ramai setelah kebutuhan masyarakat untuk tahun ajaran baru mulai terpenuhi. Dengan stabilnya harga daging ayam dan meningkatnya daya beli masyarakat, mereka optimistis aktivitas perdagangan di pasar tradisional akan kembali normal sehingga pendapatan pedagang dapat meningkat.
