Sidekah Bumi di Kampung Sawah Mulyaharja Bogor, Warisan Budaya Abad ke-17

Sidekah Bumi di Kampung Sawah Mulyaharja Bogor, Warisan Budaya Abad ke-17
Pelaksanaan Sidekah Bumi di Kampung Sawah, Mulyaharha, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor. (Yudha Prananda / Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Warga Kampung Sawah, Kelurahan Mulyaharja, Kecamatan Bogor Selatan, Kota Bogor masih melestarikan tradisi budaya dengan menggelar Sidekah Bumi atau seren taun.

Sidekah Bumi ini merupakan tradisi budaya warisan leluhur yang sudah ada sejak abad ke-17 atau sekitar tahun 1601 masehi.

Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim pun mendukung penuh kegiatan tersebut dan ikut melaksanakan Sidekah Bumi bersama warga, Minggu (29/6).

Baca Juga:Layanan Prioritas hingga Jemput Bola, Cara Samsat Cimahi Layani Lansia, Ibu Hamil, dan DisabilitasJaga Daya Beli Masyarakat, Pemerintah Tekan Percepatan Stabilisasi Harga Beras

Pada tahun ini, kata Dedie, Sidekah Bumi memiliki dua perspektif, yang pertama sebagai perayaan dan kedua dalam rangkaian penutupan kegiatan Hari Jadi Bogor (HJB) ke-543.

Antusias masyarakat pun sangat tinggi untuk menyaksikan langsung kegiatan kebudayaan kesenian sunda.

“Ini artinya masyarakat rindu dengan kesenian, kebudayaan di Kota Bogor yang bisa disaksikan langsung. Seperti pelaksanaan helaran, meski diadakan saat malam yang juga sempat diguyur hujan tetap mendapat sambutan yang antusias dari warga. Ini menandakan bahwa kita cinta terhadap adat seni budaya sendiri di Jawa Barat,” katanya dikutip Senin (30/6).

Dedie pun mendukung untuk Kampung Sawah ini menjadi kampung budaya seperti Lembur Pakuan yang bisa menjaga tradisi kebudayaan serta pelestarian lingkungan.

Sekretaris Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Bogor, Ana Ismawati, mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan salah satu kegiatan pelestarian seni dan budaya yang mendapat perhatian khusus dari masyarakat.

Animo masyarakat yang hadir dari tahun ke tahun pun mengalami peningkatan yang juga berdampak pada berkembangnya potensi yang ada di masyarakat.

“Kita lihat juga bagaimana upaya Saung Eling bersama Pemerintah, juga kita bersama, kita wujudkan sebagai kampung budaya, sebagai bentuk dukungan kegiatan ini juga masuk dalam calender of event Kota Bogor,” ujarnya.

Baca Juga:Siap Jalankan Putusan MK Soal Pemisahan Pemilu Nasional dan Lokal, PKS: Ditunggu Saja TeknisnyaModus Beli Gorengan, Dua Pria di Banjar Kedapatan Curi Sepeda Motor

Untuk bisa menjadi kampung budaya, Mulyaharja ini sudah memiliki embrio dan pondasi yang kuat dengan keberadaan Saung Eling bersama dengan masyarakat pertanian, tinggal bagaimana untuk terus menghidupkan ini sebagai kampung budaya.

“Upaya itu dilakukan dengan mempertahankan budaya masyarakat pertanian ini, menampilkan seni tradisi, mengemasnya secara apik, dan ini menjadi pondasi yang menunjukkan bahwa ada satu kelurahan yang di dalamnya terdapat sebuah komunitas pertanian yang mengedepankan kultur, budaya dalam mengelola sektor pertanian,” tukas Ana. (YUD)

0 Komentar