Proyek Drainase Mangkrak di Rancaekek Diduga Fiktif, Warga Terimbas, DPRD: Baru Dibahas di APBD Perubahan

Proyek normalisasi drainase oleh DPUTR di wilayah Desa Rancaekekwetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mangkrak bahkan tak ada papan informasi dan tidak ada aktivitas pekerja. (Yanuar/Jabar Ekspres)
Proyek normalisasi drainase oleh DPUTR di wilayah Desa Rancaekekwetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung mangkrak bahkan tak ada papan informasi dan tidak ada aktivitas pekerja. (Yanuar/Jabar Ekspres)
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Proyek normalisasi drainase di Jalan Raya Rancaekek–Majalaya, tepatnya di wilayah RW 09 dan RW 22, Kampung Rancabatok, Desa Rancaekek Wetan, Kecamatan Rancaekek, Kabupaten Bandung, diduga dikerjakan asal-asalan dan kini terbengkalai.

Dugaan ini semakin menguat karena proyek tersebut belum menunjukkan progres berarti sejak pembongkaran awal dilakukan.

Pembongkaran dan pengerukan drainase sempat dilakukan saat bulan Ramadan, tepatnya pada Maret 2025. Namun hingga kini, tidak ada kelanjutan dari pengerjaan proyek tersebut, membuat warga hanya bisa berharap akan penyelesaiannya.

Baca Juga:Wagub Erwan Bantah Upaya Komunikasi Sekda Jabar, Hubungan Retak hingga Singgung Peran Masa LaluOperasi Lini Tengah MU: Zaire-Emery Jadi Target Utama, Spertsyan Masuk Radar

Anggota DPRD Kabupaten Bandung dari Dapil 4 (Cicalengka, Nagreg, Cikancung, dan Rancaekek), Cecep Suhendar, menjelaskan bahwa proyek tersebut masih menunggu pembahasan dalam APBD Perubahan.

“Soal kelanjutan proyek normalisasi drainase di Rancabatok masih dalam proses APBN dan baru akan dibahas pekan depan,” ujarnya ketika dikonfirmasi belum lama ini.

Diketahui, sampai saat ini masih belum ada tanda-tanda proyek diselesaikan, saluran air dibiarkan terbuka dan puluhan warga terdampak pun kini kian menjerit mendesak agar penyelesaian cepat direalisasikan.

Puluhan warga kini masih menggunakan jembatan darurat dari kayu untuk menuju kios, toko, rumah dan pemukiman karena jembatan cor telah dibongkar.

Adapun di lokasi proyek normalisasi drainase tersebut, panjangnya mencapai 400 meter. Saluran air yang terbuka itu dihiasi spanduk-spanduk keluhan dan protes warga.

Bahkan, sekira 40 warga yang mengais rezeki khususnya di pinggir jalan terkena imbas, akibat adanya proyek yang mangkrak.

Dampak tersebut, terjadi dikarenakan jembatan di atas drainase menuju kios dan toko telah dibongkar, sedangkan perbaikan tak kunjung ada lanjutan.

Baca Juga:Pendidikan Karakter Berbasis Barak: Jalan Baru Menuju Generasi Panca Waluya (Bagian II)Pendidikan Karakter Berbasis Barak: Jalan Baru Menuju Generasi Panca Waluya (Bagian I)

Melalui pantauan Jabar Ekspres di lokasi, proyek yang katanya akan menormalisasi drainase, baru sebatas mengbongkar jembatan-jembatan di atas saluran air baik ke toko, kios, bengkel, material, rumah di pinggir jalan atau pun akses masuk menuju gang pemukiman.

Sedangkan melalui penelusuran Jabar Ekspres, terkait dana anggaran pada proyek normalisasi drainase di Jalan Raya Rancaekek-Majalaya, Desa Rancaekekwetan tak ada keterangan detil.

Dugaan proyek asal-asalan tersebut kian mencuat, selain karena tak adanya papan informasi pelaksanaan, DPRD yang menyebutkan bahwa anggaran baru akan dibahas di APBD Perubahan.

0 Komentar