JABAR EKSPRES – Gubernur Jabar Dedi Mulyadi sempat membela Sekda Herman Suryatman terkait isu keretakan dan sentilan dari Wakil Gubernur Erwan Setiawan.
Hal itu diungkapkan Dedi Mulyadi selepas menghadiri Paripurna di Kota Cimahi, Sabtu (21/6) lalu. Menurutnya, Sekda Herman adalah sosok yang cerdas dan ia tidak hadir di Rapat Paripurna karena mendapat tugas darinya.
Pria yang akarab disapa KDM itu menguraikan, Sekda Jabar Herman Suryatman merupakan tipe orang lapangan.
Baca Juga:Pemutihan Pajak Kendaraan Diperpanjang hingga 30 September, Warga Cimahi Diimbau Tak MenundaKedapatan Edarkan Narkoba, 51 Orang di Bandung Berhasil Dibekuk Polisi
“Sekda Jabar itu cerdas loh. Pandai ambil keputusan dan eksekutor,” katanya.
KDM melanjutkan, biasanya pejabat sekda itu cenderung administratif. Namun berbeda dengan Sekda Jabar Herman Suryatman.
“Dia (Sekda.red) itu berani ambil keputusan dan berani pasang badan,” imbuhnya.
Ia mencontohkan, Sekda Herman sempat mendapati banyak tumpukan sampah di Kota Bandung, salah satunya di area Monumen Perjuangan.
“Ia telephone ke saya dan langsung bersihkan,” cetusnya.
Menurur KDM, karakter Sekda Herman itu terbentuk dari latar belakang pendidikannya, yakni karekter semi militer dan juga bentukan pendidikan di IPDN.
“Jadi dia bukan hanya orang administratif, tapi juga orang lapangan,” sebutnya.
KDM melanjutkan, ketidakhadiran Sekda Herman di Rapat Paripurna DPRD juga karena penugasan yang diberikannya. Saat itu ia lagi ada tugas sehingga tidak bisa hadir ke Paripurna DPRD.
Baca Juga:Pemerintah Jamin Akses Internet Mudah di Pelosok Negeri Melalui Sekolah RakyatInvestasi Qatar, Pemerintah Kebut Mega Proyek Sejuta Rumah Susun
Kemudian untuk ke Paripurna itu ditugaskan ke Wagub. Namun hari itu ada juga agenda Menko mau kunjungan ke Purwakarta untuk meninjau lokasi bencana.
Makanya ditugaskan Sekda Jabar untuk mendampingi. “Kalau Menko minimal didampingi sekda itu bagian hormati pusat, itu bagi tugas,” cetusnya.
Sebelumnya, aksi saling sentil memang tengah terjadi di Rapat Paripurna, Kamis (19/6). Wakil Ketua DPRD Jabar M.Q. Iswara mempertanyakan keseriusan para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) atau kepala dinas dalam melaporkan kinerja. Karena banyak dari mereka yang mangkir dari Rapat Paripurna.
Iswara sedikit geram dengan banyaknya kepala OPD yang tidak hadir. Begitu juga dengan perwakilan direksi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), termasuk Sekda Jabar Herman Suryatman yang ikut absen.
