Di ICOBEST 2026, Unikom Teken MoU dengan Universitas Kroasia

ICOBEST 2026
Rektor Unikom, Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T.
0 Komentar

BANDUNG – Universitas Komputer Indonesia (Unikom) kembali menegaskan komitmennya sebagai pusat pengembangan ilmu pengetahuan global. Kampus ini sukses menyelenggarakan International Conference on Economics, Business, and Human Rights (ICOBEST) ke-9, Kamis (4/6/2026).

Rektor Unikom, Prof. HC. Dr. Ir. Eddy Soeryanto Soegoto, M.T., menyampaikan kebanggaan atas konsistensi penyelenggaraan konferensi internasional tersebut selama sembilan tahun berturut-turut. Menurutnya, ICOBEST bukan sekadar agenda rutin, melainkan wujud nyata kepedulian Unikom dalam mendorong lahirnya karya-karya ilmiah berkualitas dari para dosen di berbagai perguruan tinggi dunia.

“Kami bangga dapat menghadirkan perguruan tinggi dari berbagai negara beserta pembicara-pembicara berkaliber internasional. Ini menjadi platform strategis yang terus kami jaga demi kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi,” ujar Prof. Eddy di sela acara.

Baca Juga:FUIBB Resmi Laporkan Abu Janda ke Polda JabarGeram Jabar Disebut Barbar, Edwin Senjaya Dukung Polisikan Abu Janda 

Rektor juga menekankan manfaat konferensi bagi peningkatan kapasitas mahasiswa. Melalui forum ini, Unikom berharap dosen dan mahasiswa semakin aktif melakukan penelitian kolaboratif serta menghasilkan publikasi ilmiah di tingkat internasional, yang pada akhirnya akan meningkatkan kualitas akademik secara keseluruhan.

Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Unikom, Prof. Dr. Hj. Dewi Kurniasih, S.IP., M.Si., menilai pelaksanaan ICOBEST ke-9 mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Peningkatan itu terlihat dari jumlah naskah yang diterima, tingkat kehadiran peserta, serta semakin banyaknya narasumber yang hadir secara langsung (offline).

Tema konferensi tahun ini sengaja diangkat sesuai dengan isu-isu global terkini di bidang sosial, ekonomi, dan humaniora. “Melalui forum ini, setiap negara dapat berbagi perspektif dan insight. Kami berharap muncul ide-ide segar mengenai model kolaborasi pemerintah yang relevan untuk diterapkan di Indonesia,” jelas Prof. Dewi.

Sebanyak sekitar 240 naskah diterima dari peserta internal maupun eksternal Unikom. Dampak yang diharapkan adalah peningkatan kualitas sekaligus kuantitas publikasi internasional sivitas akademika. “Dosen tidak lagi bekerja sendiri. Mereka kini semakin banyak menggandeng mahasiswa dalam penelitian dan publikasi,” tegasnya.

Unikom terus mendorong agar hasil konferensi dipublikasikan di jurnal internasional bereputasi, seperti Scopus Q1, Q2, Q3, serta jurnal nasional terakreditasi Sinta. Untuk menjamin orisinalitas dan melindungi hak kekayaan intelektual, universitas memiliki Divisi Hak Kekayaan Intelektual (HKI) yang secara rutin mengusulkan perlindungan atas karya-karya sivitas akademikanya.

0 Komentar