Berkat Inovasi, Pasar Atas Baru Cimahi Torehkan 13 Penghargaan Nasional

Kepala UPTD Pasar Cimahi,Andri Gunawan saat Menerima Penghargaan Lomba Pasar Rakyat Juara Tiga Nasional dari BPOM Tahun 2024 (Dok: UPTD Pasar Cimahi)
Kepala UPTD Pasar Cimahi,Andri Gunawan saat Menerima Penghargaan Lomba Pasar Rakyat Juara Tiga Nasional dari BPOM Tahun 2024 (Dok: UPTD Pasar Cimahi)
0 Komentar

“Inovasi tetap jalan, harus mau nggak mau, suka nggak suka. Kalau kita tidak memiliki inovasi, saya yakin pasar rakyat akan semakin tenggelam,” ujarnya.

Andri menjelaskan, berbagai kegiatan dan event yang digelar di Pasar Atas Baru tidak menggunakan dana dari pemerintah, melainkan hasil dari kerja sama dengan sponsor.

“Yang biasanya event yang kita laksanakan Agustusan, kita sampai Pasar Atas Baru itu mengundang artis. Tapi sekarang kan beda-beda pimpinan ya, jadi kita menunggu dulu petunjuk dari pimpinan,” ucapnya.

Baca Juga:Upayakan Transparansi dan Efisiensi, Bupati Rudy Susmanto Percepat Digitalisasi Aset DaerahTindaklanjuti SE Gubernur, Pemkot Bandung Mulai Terapkan Jam Malam untuk Pelajar!

Ia juga menekankan pentingnya memahami karakteristik masing-masing pasar dalam menggelar kegiatan. Pasar Atas Baru, menurutnya, berbeda dengan Pasar Cimindi, sehingga pendekatan dan konsep acaranya pun harus disesuaikan.

“Pasar Cimindi, setiap pasar itu kan berbeda-beda karakter. Jadi kitanya harus pandai, oh untuk event Pasar Atas pasnya ini, kalau untuk Pasar Cimindi seperti ini,” beber Andri.

Ia menilai, kemampuan membaca karakter pedagang sangat penting agar pengelolaan pasar dapat dilakukan secara efektif.

“Kitanya harus pandai membaca karakter pedagang yang dikelola oleh pemerintah,” ujarnya.

Lebih lanjut, Andri menyampaikan harapannya agar pemerintah menaruh perhatian serius terhadap keberlangsungan pasar rakyat. Ia menilai, pasar rakyat merupakan bagian penting dalam ekosistem ekonomi masyarakat kelas menengah ke bawah.

“Harapannya jelas bahwa pasar rakyat itu adalah pasar yang memang market pembelinya itu menengah ke bawah. Jadi memang harus diskala prioritaskan oleh pemerintah, terutama oleh pemerintah pusat, provinsi maupun daerah,” tandasnya.

Jika tidak ada perhatian khusus dan prioritas, Andri khawatir pasar rakyat akan kalah bersaing dengan toko-toko modern yang terus berkembang.

Baca Juga:Luas Rumah Subsidi Bakal Diperkecil, Benarkah?Tambah Dua SMP Negeri Baru, Pemkot Bogor Kekurangan Guru

“Kalau tidak ada skala prioritas, tidak diperhatikannya, saya yakin pasar rakyat akan kalah bersaing dengan pasar modern, toko-toko modern,” tegasnya.

Ia juga menggarisbawahi bahwa inovasi yang dilakukan selama ini tidak bergantung pada anggaran dari pemerintah.

“Jangan berbicara masalah anggaran. Kita selama inovasi ini nggak pakai anggaran pemerintah. Kita harus pinter saja mencari anggarannya. Ya salah satunya dari para sponsor,” ujarnya.

Andri menambahkan, kunci keberhasilan dalam mencari sponsor adalah komunikasi yang baik dan kemampuan membaca peluang kerja sama.

0 Komentar