JABAR EKSPRES – Di tengah gempuran toko modern yang semakin menjamur, Pasar Atas Baru Kota Cimahi justru membuktikan daya saingnya. Sedikitnya 13 penghargaan nasional berhasil diraih pasar rakyat ini sejak tahun 2020 hingga 2025 atas prestasi pengelolaan pasar se-Indonesia.
Kepala UPTD Pasar Kota Cimahi, Andri Gunawan, mengungkapkan capaian tersebut berawal dari inisiatif pihaknya melakukan berbagai inovasi guna menarik minat masyarakat agar kembali berbelanja ke pasar tradisional.
“Yang pertama itu memang ada inovasi dari kitanya. Tujuan inovasi itu bagaimana caranya supaya pasar rakyat itu ramai, awalnya dari sana,” ujar Andri kepada Jabar Ekspres, Senin (2/6/2025).
Baca Juga:Upayakan Transparansi dan Efisiensi, Bupati Rudy Susmanto Percepat Digitalisasi Aset DaerahTindaklanjuti SE Gubernur, Pemkot Bandung Mulai Terapkan Jam Malam untuk Pelajar!
Andri menuturkan, inovasi yang dilakukan oleh pihak pengelola pasar kemudian mendapat apresiasi dari berbagai pihak, baik dari kementerian maupun pemerintah provinsi melalui penyelenggaraan lomba pasar rakyat.
“Alhamdulillah kita ikutan dan kita juara. Jadi awalnya memang tujuannya mah hanya untuk meramaikan pasar rakyat aja,” katanya.
Menurut Andri, persaingan antara pasar rakyat dan pasar modern saat ini semakin ketat. Jika dulunya pasar modern hanya berjumlah sekitar 11, kini jumlahnya sudah hampir menyentuh 300 unit.
“Dulu itu pasar rakyat dari awal cuma berdiri jumlahnya tujuh. Dulu pasar modern hanya ada 11. Sekarang udah hampir 300 toko modern itu. Dulu hanya ada Superindo. Sekarang Superindo, Transmart, dan segala macam ada lah,” jelasnya.
Andri menyadari, situasi tersebut menjadi tantangan tersendiri bagi pengelola pasar rakyat. Ia menegaskan bahwa inovasi adalah kunci utama untuk menjaga eksistensi pasar rakyat.
“Memang mau nggak mau, suka nggak suka, itu awalnya dari sana. Tapi itu kalau yang berpikiran positif. Kalau yang berpikiran negatif mah udah menyerah. Tapi kalau kita kan dituntut pengelola pasar itu harus memiliki inovasi bagaimana caranya supaya pasar itu ramai,” tegasnya.
Andri juga menyampaikan bahwa pihaknya pernah memenangkan lomba tingkat nasional yang diadakan oleh Kementerian Perdagangan dan BPOM, terutama dalam hal inovasi pasar.
“Alhamdulillah kita meraih juara satu. Terutama masalah inovasi,” katanya.
Baca Juga:Luas Rumah Subsidi Bakal Diperkecil, Benarkah?Tambah Dua SMP Negeri Baru, Pemkot Bogor Kekurangan Guru
Meskipun saat ini belum ada informasi resmi dari pusat maupun provinsi terkait lomba atau event untuk pasar, Andri memastikan upaya inovatif akan tetap berjalan.
