JABAR EKSPRES – Ikhtiar Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dalam menambah gedung sekolah baru di tingkat SMP Negeri dipenuhi tantangan serius, salah satunya minimnya guru atau tenaga pengajar.
Penambahan sekolah baru itu di antaranya
SMPN 22 di Jalan Bantar Kemang, Kecamatan Bogor Timur dan SMPN 23 di Jalan Guru Muchtar, Kecamatan Bogor Utara yang masing-masing mengusung konsep Satu Atap (Satap) dengan SDN Duta Pakuan dan SDN Cimahpar 3 yang masih dalam proses pembangunan fisik.
Wali Kota Bogor, Dedie A. Rachim, menuturkan bahwa pembangunan sekolah baru dan gedung baru ini merupakan komitmen untuk mewujudkan misi “Bogor Cerdas”.
Baca Juga:Dua Tahun Berturut Opini WDP, Fiskal Pangandaran Dipertanyakan!Ini 2 Tersangka Sebabkan Longsor di Gunung Kuda Cirebon!
Dalam tahun ajaran ini, SMPN 22 dan 23 mulai menjalankan tahap proses Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2025/2026.
Ia pun berpesan kepada guru dan tenaga pengajar untuk mempersiapkan anak-anak generasi emas Indonesia ini agar bisa mengikuti pelajaran dengan sebaik-baiknya.
“Dengan adanya sekolah baru dan gedung baru ini ada semangat baru, ada harapan baru, dan akan melahirkan generasi emas di 2024 mendatang,” katanya dikutip Minggu (1/5).
Kendati begitu, Dedie Rachim menyadari
bahwa Kota Bogor terkendala adanya keterbatasan dalam ketersediaan guru atau tenaga pengajar.
“Untuk SMPN 22 dari kapasitas delapan rombel (Rombongan Belajar), kita baru ada tujuh guru dan untuk SMPN 23 dan SDN Cimahpar 3 ini ada 11 guru,” ungkapnya.
Menyikapi itu, saat ini Pemkot Bogor terus melakukan upaya mencari alternatif solusi, untuk memenuhi ketersediaan guru pada sekolah-sekolah baru dan sekolah yang sudah ada.
Dengan harapan agar ke depan rombongan belajar tersebut bisa dibuka dan diampu untuk memberikan proses belajar yang memadai.
Perkuat Sistem Multimedia
Baca Juga:Pengamat Politik Sebut Jeje Perlu Gebrakan Populis untuk Bangun Bandung BaratTerus Bertambah, Korban Tewas Longsor Gunung Kuda jadi 18 Orang!
Di samping upaya untuk memenuhi kebutuhan ketersediaan guru, Dedie Rachim juga berenana untuk menerapkan metode pembelajaran dengan model multimedia di SMPN 22 Kecamatan Bogor Timur.
Dengan menggunakan audio visual, yang akan dijalankan dengan sistem broadcast, sehingga nantinya satu guru bisa mengajar di beberapa kelas secara bersamaan.
“Nanti InsyaAllah SMPN 22 ini menjadi percontohan yang akan menerapkan sistem audio visual. Alatnya dalam waktu yang tidak terlalu lama akan saya kirim, saya pasang untuk dijadikan model baru pembelajaran di Kota Bogor,” terang Dedie.
