JABAR EKSPRES – Kepolisian Resor Kota (Polresta) Cirebon, Jawa Barat mencatat sebanyak 14 korban meninggal dunia akibat longsor di Gunung Kuda, Kabupaten Cirebon dan telah berhasil dievakuasi oleh tim gabungan.
“Sebanyak 14 orang sudah dievakuasi, teridentifikasi, dan telah diserahkan kepada keluarga masing-masing,” kata Kapolresta Cirebon Kombes Pol Sumarni di Cirebon, dikutip dari ANTARA, Jumat (30/5).
Ia juga menyebut 13 korban dievakuasi ke RSUD Arjawinangun, satu korban lainnya dibawa ke Rumah Sakit Sumber Hurip Cirebon.
Baca Juga:30 Orang Lebih Tertimbun Longsor Gunung Kuda, Begini Menurut Kesaksian Seorang WargaWakil Wali Kota Bandung: Penanganan Banjir Butuh 30 Kolam Retensi
Proses evakuasi dan identifikasi terhadap korban tewas berlangsung hingga pukul 17.50 WIB.
Selain itu, polisi juga memeriksa lima orang terkait aktivitas pertambangan di lokasi tersebut, termasuk pemilik tambang, kepala teknik tambang, serta sejumlah pekerja.
“Kami juga masih menunggu keterangan dari operator alat berat yang masih dalam pencarian,” ujarnya.
Sumarni menjelaskan penyelidikan terhadap penyebab longsor akan terus dilakukan, untuk mendalami kemungkinan unsur kelalaian atau kesalahan teknis dalam operasional tambang.
“Kami masih mendalami apakah ada kesalahan dalam pekerjaan mereka. Semua masih dalam proses penyelidikan,” kata Sumarni.
Menurutnya, tambang galian C Gunnng Kuda sebelumnya juga pernag mengalami longsor pada Februari 2025.
“Semua masih dalam proses penyelidikan,” ucap dia.
