Ia menilai perlu ada perencanaan yang lebih matang ke depannya agar kegiatan serupa bisa memberikan dampak maksimal.
“Program Ceu Edoh seperti membawa kita kembali ke masa 90-an. Itu jadi daya tarik tersendiri,” tutupnya.
Ceu Edoh sendiri merasa bersyukur atas dukungan penuh dari Pemerintah Kota Cimahi. Film Jurig Kasbon yang digarapnya tidak hanya menghadirkan cerita, tetapi juga menjadi media edukasi bagi masyarakat.
Baca Juga:Jalur Sutet di Cipatat KBB Sebabkan Kematian Ternak dan Ancam Kesehatan Warga, PLN hingga Pemkab Abai? Kado Istimewa Waisak, WBP Lapas Banceuy Dapat Remisi!
“Saya pikir, mengangkat apa di Cimahi? Namanya bank emok pasti ada di mana-mana kan. Jadi PR juga tuh, judi slot banyak korbannya,” ujar Ceu Edoh, yang bernama asli Nining Yuningsih.
Ia menyampaikan, ide film tersebut sempat dibicarakan santai dengan Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, yang justru merespons positif dan mendukung penuh produksinya.
“Saya diskusi bersama beliau (Ngatiyana), saya mau bikin film judulnya Jurig Kasbon. Sebetulnya itu obrolan santai. Beliau menanggapi dengan baik, pertama syuting juga di Cipageran,” ungkapnya.
Wali Kota Cimahi dan Wakil Wali Kota bahkan ikut tampil dalam film tersebut. Ceu Edoh sengaja melibatkan pemerintah karena film ini menyampaikan pesan tentang bahaya praktik-praktik merugikan seperti bank emok dan judi online.
