Pastikan Kesiapan Jalur untuk Arus Mudik, Polda Jabar mulai Tinjau Saran dan Prasarana di Japek II

Ist. Kepadatan arus lalu lintas. Dok. Jabar Ekspres.
Ist. Kepadatan arus lalu lintas. Dok. Jabar Ekspres.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Kepolisian Daerah Jawa Barat (Polda Jabar) melalui Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas), hingga kini terus melakukan beberapa persiapannya untuk mengamankan proses arus mudik 2025 nanti.

Salah satu persiapan yang dilakukannya, menurut Wakil Direktur Lalu lintas (Wadirlantas) Polda Jabar Kombes Pol Edwin Affandi, yakni meninjau kesiapan sarana dan prasarana di Jalan Tol Jakarta – Cikampek II (Japek).

“Untuk proses pengamanan arus mudik 2025 nanti, kita sekarang sudah melaksanakan survei (pengecekan sarana dan prasarana) di Japek II,” ucapnya saat ditemui di Mapolda Jabar, Kamis (27/2) kemarin

Baca Juga:Menjelang Ramadan, TPU Sirnaraga Ramai Peziarah: Mendoakan Orang Terkasih yang Sudah TiadaKPU Jabar Masih ada Sisa Anggaran, Peluang untuk PSU Tasikmalaya

Menurut Edwin, pengecekan atau survei sarana pra sarana di Japek II ini penting dilakukan oleh pihak kepolisian khususnya Ditlantas Polda Jabar.

Pasalnya jalur atau ruas tol tersebut pada mudik tahun ini kata dia, diproyeksikan akan digunakan khususnya saat arus balik nanti.

“Jadi jalur ini (Japek) nanti akan difungsikan untuk mengurai kemacetan pada saat arus balik nanti berlangsung. Karena biasanya saat arus balik, itu sering terjadi kepadatan di KM (kilometer) 66 atau 68,” ungkapanya

Sementara itu disinggung soal mekanisme rekayasa atau pengaturan lalu lintas yang nantinya akan diterapkan saat arus mudik berlangsung, Edwin mengaku bahwa pihaknya kini telah melakukan koordinasi dengan beberapa stakeholder terkait maupun para pengusaha jalan tol.

“Untuk penerapan manajemen rekayasa arus lalu lintas sudah mulai kita laksanakan sinergitas dan kolaborasi dengan stakeholder terkait. Kita sudah melakukan rapat koordinasi dengan beberapa stakeholder terutama dengan pengusaha jalan tol untuk menyiapkan sarana dan prasarana yang dibutuhkan nanti,” ujarnya

Namun pada prinsipnya, Edwin menuturkan untuk mekanisme rekayasa atau pengaturan arus lalu lintas yang nantinya akan diterapkan, tidak akan jauh berbeda dengan sebelumnya

“Kita juga sudah melaksanakan serangkaian rapat untuk menetapkan pembatasan (kendaraan) sumbu tiga, karena dengan kehadiran sumbu tiga di waktu tersebut (mudik) bila mana terjadi kepadatan itu akan mereduksi kecepatan kendaraan pada saat melintas di jalur yang akan kita laksanakan pengaturan dan rekayasa,” imbuhnya

0 Komentar