KPU Jabar Masih ada Sisa Anggaran, Peluang untuk PSU Tasikmalaya

Ilustrasi pemungutan suara pilkada 2024.
Ilustrasi pemungutan suara pilkada 2024.
0 Komentar

JABAR EKSPRES – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jabar masih memiliki sisa anggaran dalam pelaksanaan Pilkada 2024. Anggaran itu berpeluang digunakan untuk dukungan pelaksanaan Pemungutan Suara Ulang (PSU) di Tasikmalaya.

Sekda Jawa Barat Herman Suryatman menuturkan, pihaknya telah melakukan rapat koordinasi dengan sejumlah instansi terkait putusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang Pilkada di Kabupaten Tasikmalaya itu. “Arahan Gubernur (Dedi Mulyadi.red), Pemprov akan bantu setengahnya dari kebutuhan PSU,” jelasnya.

Besar kebutuhan anggaran untuk PSU itu ditaksir tembus Rp 60 miliar. Namun angka itu masih belum bulat atau masih dihitung. “Ini kan masih dihitung dengan cermat ya. Masih dinamis. KPU juga masih nunggu PKPU,” imbuhnya.

Baca Juga:Mulai 1 Maret 2025, Tarif Listrik Normal Lagi Restoran di Kabupaten Bandung Nunggak Pajak, Bapenda Jemput Bola

Menurut Herman, alokasi anggaran untuk dukungan PSU itu bisa dari berbagai pos anggaran. “Misal, KPU Jabar itu masih ada sisa anggaran sekitar Rp 120 miliar. Yang bisa dimanfaatkan ada sekitar Rp 102 miliar. Tapi ini masih perlu dibahas lagi,” sambungnya.

Masih kata Herman, secara di atas kertas, anggaran untuk mendukung pelaksanaan PSU itu ada. Tinggal memastikan hitungan dan akuntabilitasnya.

Yang jelas Pemprov Jabar berkomitmen untuk mendukung pelaksanaan PSU itu. Karena memang hal itu juga menjadi hajat masyarakat. Utamanya warga Tasikmalaya.

Dalam pelaksanaan Pilkada 2024, Pemprov sendiri telah mengkucurkan anggaran yang tidak sedikit. Yakni melalui hibah ke KPU Jabar. Jumlahnya fantastis, tembus Rp 1,1 triliun.

Pilkada di tingkat provinsi telah tuntas. Ditutup dengan telah dilantiknya Dedi Mulyadi – Erwan Setiawan sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur Jabar.

Namun pilkada di tingkat Kota Kabupaten ada yang tersendat. Yakni di Kabupaten Tasikmalaya. MK memutuskan bahwa pilkada di Tasimalaya perlu diulang.

Sementara dalam pilkada yang berlangsung November lalu, hasil perhitungan menunjukkan kemenangan atas pasangan Ade Sugianto – Iip Miftahul Paoz dengan perolehan lebih dari 52 persen suara. Urutan ke dua dimenangkan pasangan Cecep Nurul Yakin – Asep Sopari Alayubi dengan 27 persen suara. Lalu pasangan Iwan Saputra – Dede Muksit Aly dengan 20 persen suara.(son)

0 Komentar