Maka dari itulah, seorang mukmin hendaklah bertaqwa kepada Allah. Seorang mukmin hendaklah senantiasa ittiba’ sunnah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam dan berbangga dan mencukupkan diri dengan agama yang Allah turunkan kepada RasulNya.
أقول قولي هذا واستغفر الله لي ولكم
Khutbah Kedua – Teks Khutbah Jumat Bahaya Merayakan Malam Tahun Baru
الحمد لله والصلاة والسلام على رسول الله، نبينا محمد و آله وصحبه ومن والاه، أشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنَّ محمّداً عبده ورسولهُ
Ummatal Islam,
Diantara bahaya merayakan malam tahun baru, terutama malam tahun baru Masehi. Yaitu meridhakan orang-orang Yahudi dan Nasrani.
Orang-orang Yahudi dan Nasrani sangat ridha, sangat ingin kaum muslimin mengikuti millah dan tata cara mereka. Bukankah Allah berfirman:
وَلَن تَرْضَىٰ عَنكَ الْيَهُودُ وَلَا النَّصَارَىٰ حَتَّىٰ تَتَّبِعَ مِلَّتَهُمْ
Baca Juga:Saldo DANA Gratis Rp250.000 Langsung Masuk Dompet Hanya Dengan Gerakkan KakiSukses WD Rp100.000 Perhari Dari Game Penghasil Uang Favorit ini
“Tidak akan pernah orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani ridha kepada kalian sampai kalian mengikuti millah dan tata cara beragama mereka.”
Allah tidak mengatakan, “Sampai kalian masuk kepada agama mereka.” Bahkan kalian mengikuti tata cara mereka saja mereka sudah bergembira, mereka sudah ridha.
Subhanallah, seharusnya kita meridhakan Allah, bukan meridhakan mereka orang-orang yang dibenci oleh Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Diantara kemudharatan (bahaya) daripada merayakan tahun baru bahwasannya kita telah mengikuti millah atau tata cara beragama selain Islam. Dan itu bisa menyeret kita sedikit demi sedikit kepada kekufuran. Allah berfirman:
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِن تُطِيعُوا فَرِيقًا مِّنَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ يَرُدُّوكُم بَعْدَ إِيمَانِكُمْ كَافِرِينَ ﴿١٠٠﴾
“Wahai orang-orang yang beriman, jika kalian mentaati sebagian ahli kitab itu, niscaya mereka akan mengembalikan kalian setelah keimanan yang menuju kekafiran.” (QS. Ali-Imran[3]: 100)
Allah mengatakan, saudaraku..
Bahwa kita apabila mentaati tata cara kehidupan mereka dan beragama mereka, maka kita akan dikembalikan sedikit demi sedikit dari keimanan menuju kekufuran. Lalu Allah berfirman:
وَكَيْفَ تَكْفُرُونَ
“Bagaimana kalian akan menjadi kafir?“, artinya kekafiran jauh dari kalian. Kapan?
وَأَنتُمْ تُتْلَىٰ عَلَيْكُمْ آيَاتُ اللَّـهِ وَفِيكُمْ رَسُولُهُ
Baca Juga:Modal Jalan Kaki Dapat Uang Rp250.000 Langsung Masuk Dompet Digital5 Rekomendasi Glamping Paling Aesthetik dan Lengkap di Bandung
“Sementara kalian dibacakan ayat-ayat Allah dan pada kalian Rasul-Nya.“, setelah Rasulullah meninggal, ada sunnahnya.
وَمَن يَعْتَصِم بِاللَّـهِ فَقَدْ هُدِيَ إِلَىٰ صِرَاطٍ مُّسْتَقِيمٍ
“Siapa yang berpegang kepada agama Allah, maka ia telah diberikan petunjuk kepada jalan yang lurus.” (QS. Ali-Imran[3]: 101)
Allah mengatakan bahwa senantiasa seseorang berpegang kepada agamanya, ia tidak akan kafir. Tapi ketika seseorang mengikuti tata cara (millah) daripada orang-orang Yahudi dan Nasrani, maka ia akan dikembalikan kepada kekafiran.
Tidakkah kita melihat banyak sekali mudharat-mudharat yang ada? Seorang mukmin takut apabila agamanya rusak dan hancur. Ia segera lari membawa agamanya, menyelamatkan akhiratnya, baginya agamanya adalah segala-galanya.
