JABAR EKSPRES – Sudah hampir berada di pertengahan bulan Desember, yang berarti sebentar lagi ada pergantian tahun. Dari tahun ke tahun banyak orang yang merayakan pergantian tahun baru dengan meriah, mengadakan pesta kembang api, makan-makan juga berkeliling kota.
Dalam Islam, apakah dibenarkan merayakan pergantian tahun dengan meriah begitu, apakah ada hukum yang mengaturnya.
Semua akan dijelaskan dalam naskah Khutbah Jumat yang diambil dari khutbah Ustadz Badrusalam di Radio Rodja 756 AM yang mengambil tema Bahaya Merayakan Malam Tahun Baru
Berikut naskah lengkapnya :
Khutbah Pertama
إنَّ الـحَمْدَ لِلّهِ نَـحْمَدُهُ وَنَسْتَعِيْنُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَن لاَّ إِلَهَ إِلاَّ الله وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُـحَمَّداً عَبْدُهُ وَرَسُولُه
قال الله تعالى فى كتابه الكريم، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ
وقال تعالى، يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا
يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا
أَمَّا بَعْدُ، فإِنَّ أَصَدَقَ الْحَدِيثِ كِتَابُ اللَّهِ ، وَأَحْسَنَ الْهَدْيِ هَدْيُ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ، وَشَرَّ الأُمُورِ مُحْدَثَاتُهَا ، وَكُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ ، وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلالَةٌ ، وَكُلَّ ضَلالَةٍ فِي النَّارِ
Ummatal Islam,
Baca Juga:Saldo DANA Gratis Rp250.000 Langsung Masuk Dompet Hanya Dengan Gerakkan KakiSukses WD Rp100.000 Perhari Dari Game Penghasil Uang Favorit ini
Sesungguhnya pergantian tahun tidak ada bedanya dengan pergantian bulan dan pergantian hari demi hari. Ia berjalan menuju waktu yang telah Allah tentukan. Ia berjalan menuju ketentuan Allah Rabbul ‘Izzati wal Jalalah menuju suatu hari yang Allah tegakkan padanya kiamat, yang Allah perintahkan Israfil untuk meniup sangkakala. Disaat itu manusia akan hancur dan mati semuanya. Kemudian Allah bangkitkan untuk dimintai pertanggungjawaban mereka kelak pada hari kiamat di padang mahsyar.
Tidak ada keistimewaan pergantian tahun dengan pergantian abad ataupun yang lainnya.
Sesungguhnya ya Ummatal Islam, semakin datang tahun seharusnya mengingatkan kita kepada kematian. Bahwasannya ajal kita semakin dekat. Bila Anda ditakdirkan oleh Allah untuk meninggal -misalnya- pada tahun 2020, dengan datangnya waktu, semakin berjalannya bulan, demikian pula hari dan tahun, berarti ajal itu semakin dekat.
Tidakkah seorang hamba berpikir bahwasannya apa yang akan ia bawa kelak menuju kematiannya? Apa persiapan yang ia telah siapkan menuju kematiannya? Apakah dengan pergantian tahun dia pun bersorak-sorai, diapun bergembira, dia pun kemudian menghambur-hamburkan harta dan waktu tak ada manfaatnya, menambah dosa di sisi Allah, menambah hal-hal yang sesuatu yang ia tidak sukai untuk melihatnya kelak setelah ia meninggal dunia.
Ummatal Islam,
Sesungguhnya pergantian hari dan waktu adalah merupakan kebesaran dan merupakan tanda akan kebesaran Allah Rabbul ‘Izzati wal Jalalah. Bukankah Allah berfirman:
