Naskah Khutbah Jumat Tentang Hukum Merayakan Tahun Baru

ILUSTRASI Merayakan tahun baru. (freepik)
ILUSTRASI Merayakan tahun baru. (freepik)
0 Komentar

Diantara bahayanya, ya akhi.. Menghamburkan harta sia-sia. Membeli petasan untuk kemudian dibunyikan sehingga mengganggu orang yang sedang tidur. Dia telah mendapatkan 2 dosa. Dosa yang pertama menghambur-hamburkan harta percuma. Bukankah Allah berfirman:

إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ

“Sesungguhnya orang yang mubazir, orang yang berbuat boros terhadap hartanya, itu termasuk teman-temannya setan,” kata Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Yang kedua ia mengganggu orang, mengganggu orang yang sedang istirahat dengan suara-suara yang membuat pekak telinga. Mereka tidak sadar bahwa itu adalah perbuatan dosa.

Baca Juga:Saldo DANA Gratis Rp250.000 Langsung Masuk Dompet Hanya Dengan Gerakkan KakiSukses WD Rp100.000 Perhari Dari Game Penghasil Uang Favorit ini

Kemudian diantara bahayanya, ya akhi.. Menghambur-hamburkan waktu percuma, sia-sia. Seorang muslim adalah orang yang paling pelit waktunya. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مِنْ حُسْنِ إسْلَامِ الْمَرْءِ تَرْكُهُ مَا لَا يَعْنِيهِ

“Diantara tanda kebaikan Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya.” (HR. Tirmidzi)

Seorang muslim adalah orang yang paling pelit waktunya.
“Diantara tanda kebaikan Islam seseorang, dia meninggalkan sesuatu yang tidak ada manfaatnya.” (HR. Tirmidzi)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc.
www.ngaji.id/klik/34
Bukankah lebih baik kita lewati malam itu seperti malam-malam yang lainnya? Dengan kita tahajud kepada Allah, dengan kita bertaqarrub (mendekatkan diri) kepada Allah, sama dengan malam yang lainnya, tidak ada bedanya sama sekali, tidak ada keistimewaan sama sekali, saudaraku.

Namun dilain pihak, ketika sebagian orang yang begitu semangat beribadah kepada Allah melihat saudara-saudaranya kaum muslimin meniup terompet kemudian berbaur dan berbuat maksiat, mereka berfikir bagaimana membuat ibadah, sesuatu yang tidak pernah dicontohkan Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam juga lalu mereka membuat dzikir berjamaah.

Mereka berkata, “Dari pada kita berbuat maksiat kepada Allah, mendingan kita berkumpul dan berdzikir berjamaah di sini.” Subhanallah, apakah maksiat akan dibalas dengan kebid’ahan, ya Akhi?

Kaidah yang harus kita pahami, ya Akhi.. Bahwasanya maksiat tidak boleh dibalas dengan kebid’ahan, maksiat itu dibalas dengan ketaatan kepada Allah. Yaitu dengan cara meyakini bahwasanya malam tahun baru tidak ada keistimewaan sama sekali, kita lewati sama seperti malam-malam yang lainnya, kita yakini sama seperti pergantian hari demi hari, bulan demi bulan, tidak ada keistimewaan sama sekali, ikhwatal Islam..

0 Komentar