Naskah Khutbah Jumat Tentang Hukum Merayakan Tahun Baru

ILUSTRASI Merayakan tahun baru. (freepik)
ILUSTRASI Merayakan tahun baru. (freepik)
0 Komentar

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِّأُولِي الْأَلْبَابِ ﴿١٩٠﴾ الَّذِينَ يَذْكُرُونَ اللَّـهَ قِيَامًا وَقُعُودًا وَعَلَىٰ جُنُوبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُونَ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هَـٰذَا بَاطِلًا سُبْحَانَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ ﴿١٩١﴾

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, pergantian siang dan malam terdapat tanda-tanda kebesaran Allah bagi mereka yang diberikan akal pikiran. Yaitu mereka yang senantiasa berdzikir kepada Allah ketika ia berdiri, ketika ia duduk, dan ketika ia berbaring. Lalu ia pun memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi seraya ia bergumam, ‘Wahai Rabb kami, Maha Suci engkau, tidaklah Engkau ciptakan semua ini dengan sia-sia, Maha Suci Engkau ya Allah, maka peliharalah kami dari adzab neraka.” (QS. Ali-Imran[3]: 191)

Itulah ucapan seorang mukmin ketika ia mengetahui bagaimana kebesaran Allah. Allah menjalankan roda waktu kemudian Allah membolak-balikan kehidupan manusia. Hari ini kita tertawa, entah besok kita menangis. Hari ini kita diberikan kemudahan, entah mungkin besok kita akan diberikan kesulitan. Hari ini kita diberikan kekayaan, kesenangan, mungkin besok lusa kita diberikan kemiskinan dan kesulitan. Demikianlah, Allah Subhanahu wa Ta’ala telah mentakdirkan segala sesuatu:

وَتِلْكَ الْأَيَّامُ نُدَاوِلُهَا بَيْنَ النَّاسِ

“Demikianlah hari-hari Kami silih-gantikan kepada manusia -kata Allah Subhanahu wa Ta’ala-” (QS. Ali-Imran[3]: 140)

Ummatal Islam,

Baca Juga:Saldo DANA Gratis Rp250.000 Langsung Masuk Dompet Hanya Dengan Gerakkan KakiSukses WD Rp100.000 Perhari Dari Game Penghasil Uang Favorit ini

Namun mengapa, banyak umat Islam yang ikut bergembira ria dengan merayakan malam tahun baru? Apakah dengan merayakannya itu akan memberikan manfaat untuk agamanya? Apakah dengan merayakan itu akan bisa menambahkan keimanannya? Ataukah dengan merayakannya itu dia akan diridhai oleh Allah Maha Pencipta segala sesuatu? Tidaklah kita berpikir Ya ummat Islam, Apakah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam panutan kita, orang yang paling kita cintai pernah merayakan malam tahun baru, pergantian tahun demi tahun?

Ummat Islam,

Sesungguhnya dalam merayakan tahun baru banyak mudharat dan bahayanya. Adapun mudharatnya:

Yang pertama, kita termasuk orang-orang yang menyerupai orang-orang kuffar. Bukankah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ

“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka ia termasuk golongan mereka.” kata Rasulullah..

Siapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka. Merayakan tahun baru bukanlah kebiasaan kaum muslimin. Ia berasal dari orang-orang kafirin.

0 Komentar