Fakta Terbaru Aplikasi Eon Scam! Apakah Masih Membayar?

JABAR EKSPRES – Mendengar tentang aplikasi Eon, mungkin beberapa dari Anda telah mengalami ketidakpastian terkait keamanannya.

Di tengah banyaknya saat ini yang menjadi korban aplikasi penghasil uang scam, muncul pertanyaan, apakah Eon benar-benar terpercaya?

Beberapa waktu lalu, gelombang keluhan mengenai hilangnya saldo dana dan kendala penarikan telah memenuhi berbagai forum diskusi aplikasi penghasil uang ini.

Pengguna melaporkan pengalaman buruk, seperti saldo dananya yang tiba-tiba hilang atau penarikan yang tak kunjung terealisasi.

Kabar buruknya, saat ini pendapatan pun kini terhenti, menimbulkan kekhawatiran akan makin bertambahnya jumlah korban.

Baca juga : Benarkah Aplikasi Smart Wallet Akan Global Tour Luar Negeri Singapura-Malaysia? Ini Faktanya

Namun, meski banyak yang mengalami masalah, situs dan aplikasi Eon masih tetap dapat diakses hingga artikel ini dibuat. Namun, ada peringatan bahwa skema penipuan mungkin akan terungkap dalam waktu dekat.

Peluang bagi pengguna untuk terjebak dalam skema penipuan akan semakin besar, seperti diminta untuk membayar pajak atau melakukan deposit tambahan untuk bisa menarik dana yang mengendap.

Saran terbaik saya adalah untuk tidak melakukan deposit lebih lanjut agar kerugian tidak semakin membesar.

Jika dilihat dari segi logika, model bisnis aplikasi Eon terasa tidak masuk akal. Dengan modal awal Rp50.000 dan janji penghasilan harian Rp15.000 selama 30 hari, seolah-olah uang akan berkembang menjadi Rp450.000. Namun, di sisi lain, ada pula pengguna yang telah menginvestasikan jutaan rupiah namun tak kunjung mendapatkan hasil.

Jangan terpedaya oleh janji-janji manis penghasilan mudah. Walaupun beberapa pengguna mungkin masih menerima pembayaran, uang tersebut pada akhirnya hanyalah hasil dari uang yang diinvestasikan oleh korban lain. Ini adalah model skema Ponzi yang tidak berkelanjutan dan berujung pada kerugian bagi kebanyakan orang.

Selain aplikasi Eon, muncul pula aplikasi serupa seperti Grey, yang menyerupai skema penipuan yang sudah terbukti seperti Sky dan PCCP.

Para pengguna diiming-imingi untuk menonton trailer film dengan imbalan uang. Namun, pendapatan yang dijanjikan terasa tidak masuk akal dan pada akhirnya, uang pengguna menjadi korban.

Berita Terkait

Tinggalkan Balasan