JABAR EKSPRES – Fungsi Saluran Irigasi Leuwi Kuya di Desa Mekarjaya, Kecamatan Cihampelas, Kabupaten Bandung Barat (KBB) terancam terganggu akibat tumpukan sampah kiriman yang terus bertambah.
Kondisi tersebut dikeluhkan warga karena selain menghambat aliran air, tumpukan sampah juga menimbulkan bau tidak sedap dan meningkatkan risiko luapan saat hujan deras mengguyur wilayah tersebut.
Salah seorang warga, Arim (55), mengatakan sampah yang menumpuk di saluran irigasi itu sudah terjadi sejak sekitar satu bulan terakhir, bertepatan dengan tingginya intensitas hujan di wilayah Bandung Barat.
Baca Juga:Jalan Kasep Digeber, Pemkab Tasikmalaya Targetkan Dua Tahun Lagi Seluruh Jalan MulusBegal Spesialis Curanmor Dibekuk, Motor Balik ke Pemilik dengan Model Baru
“Setiap hujan deras, sampah dari wilayah hulu terbawa arus dan menumpuk di saluran ini. Kondisinya sudah berlangsung sekitar satu bulan terakhir,” kata Arim, saat dikonfirmasi, Senin (1/6/2026).
Menurutnya, sebagian besar sampah bukan berasal dari lingkungan sekitar, melainkan terbawa aliran air dari wilayah hulu seperti Cihampelas, Cipatik, hingga Soreang.
Ia menjelaskan, kondisi saluran irigasi yang menyempit dan dangkal membuat sampah mudah mengendap. Selain dipenuhi sedimen lumpur, sejumlah titik saluran juga mengalami penyempitan sehingga aliran air tidak lagi optimal.
“Bagian hulu saluran memang sudah diperbaiki, tetapi di wilayah sini belum ada penanganan. Akibatnya sampah yang terbawa arus justru tertahan dan terus menumpuk,” ujarnya.
Selain menghambat fungsi irigasi, tumpukan sampah tersebut memunculkan aroma tidak sedap yang mengganggu aktivitas warga. Saat hujan turun, warga juga khawatir kapasitas saluran yang berkurang dapat memicu luapan air.
Warga setempat sebenarnya rutin melakukan kerja bakti membersihkan saluran. Namun, volume sampah yang terus bertambah membuat upaya tersebut tidak lagi efektif.
“Warga beberapa kali melakukan kerja bakti membersihkan sampah, tetapi volumenya terlalu banyak. Kami juga kesulitan karena tidak tersedia kendaraan untuk mengangkut sampah yang sudah dikumpulkan,” katanya.
Baca Juga:Seuri Imah Sunda Resmi Hadir di Dago Bandung, Tawarkan 16 Sambal dan Pengalaman Kuliner Khas Tatar Pasundande Braga by ARTOTEL Hadirkan Express Lunch Bernuansa Nusantara di Jantung Braga
Karena itu, warga berharap pemerintah daerah segera turun tangan melakukan pembersihan menyeluruh serta menyediakan armada pengangkut sampah untuk membawa tumpukan sampah tersebut ke tempat pembuangan akhir (TPA).
“Kami berharap pemerintah bisa membantu pembersihan dan menyediakan armada pengangkut sampah. Di sisi lain, masyarakat di daerah hulu juga perlu lebih peduli agar tidak membuang sampah ke sungai atau saluran air,” pungkasnya. (Wit)
