Komisi I Kembali Suarakan Evaluasi Tata Kelola Aset

Hotel Pullman yang berdiri di aset Pemprov. (son)
Hotel Pullman yang berdiri di aset Pemprov. (son)
0 Komentar

Jabar Ekspres – DPRD Jawa Barat kembali mendorong optimalisasi aset Pemprov Jawa Barat. Hal itu juga bagian untuk mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Jawa Barat Sidkon Djampi. Anggota Komisi I itu mengakui bahwa inventarisir aset Pemprov masih belum baik. Beberapa aset belum terdata dan tersertifikasi dengan baik.

Pihaknya juga sempat membandingkan dengan kondisi DKI Jakarat. Secara nilai ternyata jauh lebih tinggi DKI Jakarta padahal secara luas wilayah sangat jauh jika dibandingkan.

Baca Juga:Begal Spesialis Curanmor Dibekuk, Motor Balik ke Pemilik dengan Model BaruSeuri Imah Sunda Resmi Hadir di Dago Bandung, Tawarkan 16 Sambal dan Pengalaman Kuliner Khas Tatar Pasundan

“Secara luasan (aset) itu sebenarnya jauh besar yang kita (Jabar.red) miliki dibanding DKI. Namun nilainya kalah. Kita itu masih di Rp 55 triliun padahal Jakarta sudah tembus Rp 700 triliun,” katanya, Senin (31/5).

Selain belum terdata dengan baik, aset-aset Pemprov belum terkelola dengan baik. Misalnya lahan di wilayah Cianjur yang banyak dalam kondisi lahan tidur. Luasnya ada sekitar 900 hektar.

Padahal itu jika dikelola dengan baik tentu nilainya akan naik. Termasuk bisa mendulang untuk pendapatan daerah. “Belum lagi di wilayah lain. Garut atau kabupaten lainnya,” katanya.

Termasuk aset-aset yang ada di wilayah Jatinangor. Ada aset yang dikerja samakan tapi juga perlu dievaluasi.

Di sisi lain, Gubernur Dedi Mulyadi sebenarnya juga telah menyuarakan terkait evaluasi tata kelola aset. Utamanya aset daerah yang langsung di kerja samakan dengan pihak ketiga. Salah satunya yang sempat disinggung adalah aset di Depan Gedung Sate yang kini berdiri Hotel Pullman.

Pihaknya ingin melakukan negosiasi ulang. Karena dinilai setoran tiap tahunnya dinilai terlalu murah. Hotel itu setoran tahunannya hanya sekitar Rp 2 miliar.(son)

0 Komentar